Selain Interaksi, Ada 8 Manfaat Terapi Seni pada Anak Autisme

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut data World Health Organization atau WHO, dari 160 anak di dunia setidaknya terdapat 1 anak dengan autisme, atau dalam istilah medis penyintas autism spectrum disorder atau ASD. Kondisi ini adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penyintasnya dalam berkomunikasi dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Gejala ASD mulai ditemui sejak kanak-kanak, dan berlangsung hingga remaja bahkan dewasa.

    Autisme merupakan kondisi di mana anak-anak memiliki masalah otak sejak lahir sehingga memperbaiki penundaan pada perkembangannya. Berbeda dengan down syndrome, autisme tidak disebabkan oleh kelainan gen. Pada umumnya anak dengan autisme memiliki IQ yang sama lebih tinggi dari rata-rata anak pada umumnya. Namun, karena memiliki perbedaan di otaknya, mereka memiliki masalah sensorik yang lebih sensitif terhadap rangsangan dari luar. Penyulitan percakapan dan interaksi dengan sekitar.

    Penyebab autisme dapat dipengaruhi oleh faktor genetik atau pun pengaruh lingkungan, seperti pengaruh penyakit atau bahan-bahan logam yang tercemar sejak anak berada di dalam komposisi.

    Nuryanti Yamin, Ortopedagog mengatakan meskipun gejala ASD dapat ditemui pada masa kanak-kanak, hanya sebagian kecil anak dengan autisme yang dapat hidup mandiri hingga dewasa. "Mayoritas anak dengan autisme memiliki kesulitan komunikasi dan bahasa tingkat parah, sehingga membutuhkan dukungan dan perawatan seumur hidup," ucap Nuryanti yang juga Co-Founder Drisana Center di Jakarta, Rabu 20 November 2019.

    Beberapa indikator pada anak dengan autisme adalah ekspresi wajah datar, tidak menggunakan bahasa tubuh, jarang memulai komunikasi, tidak meniru aksi atau suara, bicara sedikit atau tidak sama sekali, membeo kata, intonasi bicara aneh, tampak tidak mengerti kata, serta mengerti dan menggunakan kata secara terbatas.

    Lebih lanjut Nuryanti menjelaskan, oleh karena itu, intervensi sejak dini sangat penting dilakukan untuk mendorong perkembangan anak dengan autisme. Salah satu cara yang terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan autisme adalah melalui kegiatan seni.

    Nuryanti menerangkan beberapa manfaat kegiatan seni pada anak dengan autisme yang bisa Anda terapkan yaitu:

    1. Dapat digunakan untuk membantu masalah pemrosesan sensorik, seperti taktil (peraba) dan visual (pengelihatan);
    2. Meningkatkan keterampilan motorik halus;
    3. Sosial emosional seperti regulasi diri, memahami kapan harus bertindak atau tidak, dan kapan menuangkan ide;
    4. Ekspresi, anak dengan autisme menuangkan ide atau berekspresi sesuai dengan kesukaannya;
    5. Membantu anak dengan autisme menyelesaikan konflik yang tidak dapat diungkapkan secara verbal;
    6. Adaptable, mampu diarahkan, meningkatkan kesadaran diri, dan mengurangi stres;
    7. Konsentrasi untuk menuntaskan pekerjaan, berpikir secara simbolis;
    8. Menawarkan komunikasi visual;
    9. Meningkatkan kemampuan untuk mengenali (dan merespons) ekspresi wajah.

    Dengan latar belakang di atas, Sorak Gemilang Entertainment (SGE Live), promotor ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’, berkolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya seni bagi tumbuh kembang anak dengan autisme.

    Chief Executive Officer SGE Live Mervi Sumali mengatakan pihaknya turut mendukung anak dengan autisme untuk terus tumbuh dan berkembang melalui eksplorasi dan kolaborasi seni, salah satunya melalui ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’.

    Melalui pameran seni digital interaktif ini, para pengunjung, tidak terkecuali anak dengan autisme dapat berimajinasi dan mengekspresikan diri sebebas-bebasnya. Selain mendorong anak dengan autisme untuk terus berkarya dalam seni, SGE Live bersama Dian Sastrowardoyo juga menggalang donasi untuk Sekolah Drisana, melalui penjualan tanda mata edisi khusus karya Dian Sastrowardoyo, serta Prinka Dipa dan Nindhita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.