Jadi Relawan Bantu Temukan Makna Hidup dan Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan menenangkan anak yang terpisah dari orangtuanya saat berkunjung di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2019. Padatnya pengunjung Ragunan pada libur Lebaran tersebut membuat sejumlah anak terlepas dari pengawasan orangtua. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Relawan menenangkan anak yang terpisah dari orangtuanya saat berkunjung di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2019. Padatnya pengunjung Ragunan pada libur Lebaran tersebut membuat sejumlah anak terlepas dari pengawasan orangtua. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Relawan sosial atau volunteer tak hanya untuk menemukan jaringan pertemanan baru. Kegiatan ini ternyata memberikan dampak positif terhaap kesehatan mental seseorang. Ada banyak yayasan non-profit yang memerlukan bantuan tenaga, dan Anda pun bisa mendaftarkan diri menjadi relawan.

    Ada banyak bidang yang menjadi fokus organisasi atau yayasan sosial. Anda pun bisa memilih organisasi sosial tersebut, berdasarkan bidangnya. Misalnya, yayasan anak berkebutuhan khusus atau panti jompo, organisasi peduli hewan dan satwa, organisasi yang bergerak dalam lingkungan atau organisasi kesehatan, seperti yayasan peduli HIV, yayasan peduli kanker, atau yayasan penyakit lainnya.

    Selain itu, ada beberapa pertimbangan dan pertanyaan juga yang harus Anda jawab, sebelum memilih yayasan dan organisasi non-profit untuk menjadi relawan sosial. Beberapa pertanyaan tersebut meliputi ketersediaan waktu, jenis keterampilan yang bisa ditawarkan untuk yayasan dan bidang yang paling diperhatikan "Apakah kesehatan, lingkungan, atau orang dengan berkebutuhan khusus?” dan “Apakah saya lebih suka berhadapan dengan anak-anak, orang dewasa, atau kelompok lansia?” 

    Namun tetap prioritaskan kebahagiaan diri Anda agar kegiatan volunteering menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Berikut ini manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menjadi relawan sosial atau volunteer.

    1. Menghubungkan diri dengan orang lain
    Menjadi relawan sosial atau volunteer membantu Anda terhubung dengan orang-orang di komunitas tersebut serta masyarakat yang menjadi sasaran. Dengan mendedikasikan waktu sebagai relawan sosial, Anda akan lebih mungkin untuk mendapatkan teman baru, meningkatkan keterampilan sosial, dan memperluas jaringan.

    2. Mengikis rasa cemas, amarah, dan stres
    Dengan menjadi relawan, Anda akan lebih mungkin untuk melakukan kontak sosial dengan membantu dan bekerja untuk orang lain. Hal ini akan membantu memperbaiki kondisi psikologis, termasuk meredakan stres.

    Tak hanya itu, apabila Anda memilih menjadi relawan sosial yang bergerak dalam perlindungan hewan, suasana hati akan lebih mungkin untuk membaik. Sebab, telah banyak studi yang menemukan efek positif merawat hewan terhadap kondisi psikologis dan meningkatkan mood.

    3. Membuat Anda lebih bahagia
    Para pakar telah menyimpulkan, membantu orang lain berdampak positif terhadap kegembiraan hati. Semakin banyak Anda memberi, semakin senang perasaan hati.

    4. Memperbaiki kualitas kesehatan fisik
    Berbagai penelitian telah menemukan bahwa individu yang menjadi relawan sosial memiliki risiko kematian yang lebih kecil dibandingkan yang tidak. Misalnya, orang lansia yang menjadi relawan sosial cenderung bergerak lebih sering, lebih mudah untuk mengerjakan tugas sehari-hari, dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Kabar gembira lainnya, menjadi relawan sosial menurunkan risiko penyakit jantung serta mengikis gejala nyeri kronis. 

    5. Meningkatkan rasa percaya diri
    Membantu kelompok yang membutuhkan seolah-olah memberikan Anda sensasi pencapaian akan sesuatu. Hal ini akan mendorong Anda untuk lebih menyukai diri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin Anda mengembangkan kepercayaan diri.

    6. Memberikan keterampilan teknis
    Sebagian yayasan memang tidak memberikan Rupiah untuk Anda. Walau begitu, bukan berarti agenda yang dilakukan bukan tanpa timbal balik. Misalnya, jika Anda bergabung dalam divisi dokumentasi sebuah yayasan non-profit, kemampuan fotografi Anda tentu akan lebih terasah.

    Contoh lain, kemampuan berbicara (public speaking) dan marketing Anda juga dapat meningkat, dengan bergabung ke dalam divisi advokasi. Semua keterampilan teknis dapat ‘menjual’ untuk CV saat melamar pekerjaan. Yayasan dan organisasi non-profit juga sering mengadakan pelatihan. Tentunya, kegiatan dan pelatihan tersebut menawarkan keterampilan untuk mengembangkan kemampuan diri.

    7. Membantu mengembangkan makna hidup
    Beberapa orang lebih rentan untuk kehilangan tujuan dan arti hidup mereka, termasuk yang memasuki lanjut usia atau individu yang kehilangan pasangan. Menjadi relawan sosial dapat menjadi peluang diri untuk mengembangkan tujuan hidup. Selain itu, karena dengan menjadi relawan membuat kondisi psikologis lebih stabil, Anda akan menjadi lebih bersemangat dalam menjalani hidup.

     

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.