Pelembap Victoria Beckham Sekaligus Primer dengan Minyak Alpukat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Victoria Beckham. (Instagram@victoriabeckham)

    Victoria Beckham. (Instagram@victoriabeckham)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah meluncurkan produk makeup beberapa bulan lalu, Victoria Beckham mengejutkan publik dengan meluncurkan produk perawatan kulit wajah bernama "Victoria Beckham Beauty". Ia bekerja sama dengan pakar kecantikan Augustinus Bader. 

    Salah satu produk skincare andalan merek ini adalah Cell Rejuvenating Priming Moisturizer. Pelembap ini tidak hanya sekedar melembabkan kulit namun juga membuat kulit tampak lebih bercahaya, seperti dilansir dari laman Allure.

    Dengan menggunakan teknologi yang diciptakan oleh Bader, pelembap ini mengandung butiran halus mutiara yang diklaim mampu membuat kulit nampak lebih berkilau, selain mampu menutrisi kulit. Primer sekaligus pelembab ini, juga mengandung beberapa bahan yang mampu menenangkan kulit seperti minyak alpukat dan peptides.

    Victoria Beckham meluncurkan produk skincare. Instagram/@victoriabeckham

    Victoria Beckham mengatakan bahwa dia sudah menunggu cukup lama untuk bisa meluncurkan produk kecantikan ini. "Saya sudah bekerja dalam kurun waktu yang sangat lama, dan bermimpi untuk bisa mengembangkan teknologi ini bersama dengan Augustinus, sebuah pelembab dengan primer yang bekerja untuk meningkatkan kesehatan kulit, dan menjadikan kulit lebih segar dan bercahaya, yang saya sukai," tulis istri David Bekcham di laman Instagram-nya. 

    Produk perawatan kulit ini sudah tersedia di laman resmi victoriabeckhambeauty.com sejak Selasa 19 November 2019, dengan harga USD 95 atau sekitar Rp1,3 juta untuk ukuran 30 mililiter. Sementara untuk ukuran 50 mililiter dijual seharga USD 145 dolar sekitar Rp2 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.