Sarwendah Beri ASI Betrand Peto, Adakah Dampak bagi Kesehatan?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarwendah dan Betrand Peto. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    Sarwendah dan Betrand Peto. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra angka Ruben Onsu dan Sarwendah, Betrand Peto, diberi air susu ibu atau ASI perah. Kebetulan, Sarwendah yang melahirkan putri keduanya pada Juni lalu di Singapura, punya stok ASI perah yang cukup banyak. Kepada sejumlah media, dia mengatakan bahwa Betrand, yang tak sempat minum ASI ketika bayi, menginginkannya. 

    ASI diketahui mengandung nutrisi baik yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Para ahli menganjurkan bayi mengonsumsinya hingga dua tahun. Menurut laman Web MD, ASI juga mengandung antibodi yang membantu bayi melawan infeksi.

    Para ahli di Inggris mengatakan tak ada batasan usia anak meminum ASI. Namun, ada kontroversi ketika anak masih meminum ASI diusia balita. Bukan karena berbahaya, tapi karena ASI sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

    “Pada usia dua tahun, seorang anak harus mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan melalui makanan mereka sehingga tidak ada manfaat tambahan untuk menyusui di atas usia ini,” kata Dr Max Davie, from the Royal College of Paediatrics and Child Health, Inggris, seperti dikutip BBC.
     
    Namun, sebagian orang percaya bahwa ASI bermanfaat untuk usia berapa saja. Di Amerika Serikat sempat booming jual beli ASI di pasar gelap untuk orang dewasa. Banyak pria yang percaya bahwa minum ASI dapat meningkatkan kinerja atletik atau dapat menyembuhkan penyakit kronis yang mengancam jiwa seperti kanker dan disfungsi ereksi. Sejumlah pria lainnya meyakini bahwa ASI merupakan sumber protein dan mengandung antibodi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh orang dewasa.

    Namun, sains tidak mendukung pendapat tersebut. Dilansir dari Newsweek, sebuah makalah yang diterbitkan di Jurnal Royal Society of Medicine pada 2015 menyimpulkan bahwa ASI bukan untuk orang dewasa.  

    Dr. Sarah Steele, profesor Global Health and Policy Unit at Queen Mary University of London, yang menulis penelitian itu, mengatakan ASI tidak akan meningkatkan kinerja kesehatan atau olahraga. ASI mengandung lebih sedikit protein daripada susu sapi, dan setiap orang dewasa yang mengklaim peningkatan kesehatan dari ASI mungkin mengalami efek plasebo, kata para penulis.

    Pakar lain berpendapat beda. Jack Newman, yang mendirikan International Breastfeeding Centre, percaya ASI dapat memiliki kualitas bermanfaat bagi orang dewasa, terutama seseorang yang sakit.

    "Ada lusinan berbagai faktor kekebalan dalam cairan hidup yang akan membantu orang melawan infeksi," kata Newman seperti dilansir Global News. Itu akan menjelaskan mengapa bayi sering terhindar dari infeksi yang ditularkan oleh ibu mereka.

    "Ketika ibu sakit dengan sesuatu [seperti] pneumonia, dia menghasilkan antibodi terhadap bakteri atau virus tertentu yang menyebabkan pneumonia," kata Newman.

    Ketika dia menyusui, dia memberikan beberapa antibodi pelindung ini kepada bayinya dan memperkuat sistem kekebalan mereka. Newman percaya ASI dapat memiliki efek yang sama pada orang dewasa.

    “Selama orang yang memberikan susu itu tidak terinfeksi HIV, maka sebenarnya tidak ada masalah,” kata Newman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?