Kate Middleton Larang Anak-anaknya Keluar Malam di Hari Sekolah

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William dan Kate Middleton di acara Royal Variety Performance di  London, Senin, 18 November 2019. Intagram/@kensingtonroyal

    Pangeran William dan Kate Middleton di acara Royal Variety Performance di London, Senin, 18 November 2019. Intagram/@kensingtonroyal

    TEMPO.CO, Jakarta - Kate Middleton dan Pangeran William menghadiri Royal Variety Performance di London, Senin, 18 November 2019. Sebelum menonton pertunjukan, dia bertemu dengan para pemain music Mary Poppins. 

    Malam itu Kate dan Pangeran William tidak mengajak serta ketiga anaknya, George, Charlotte, dan Louis. Ia mengatakan kepada para pemain musik, yang ingin bertemu merek, ketiga anaknya tidak diizinkan menghadiri acara malam di hari-hari sekolah.

    Namun, Kate mengatakan anak-anak akan menyukai pertunjukan itu. Bahkan William menimpali, mengatakan, "Aku suka Mary Poppins."

    Acara ini mendukung Royal Variety Charity, salah satu acara amal terpanjang di Inggris. Tahun ini, komedian Rob Beckett dan Romesh Ranganathan menjadi tuan rumah.

    Penampil lain termasuk Lewis Capaldi, Mabel, Robbie Williams, pemeran Come from Away, dan kolaborasi khusus oleh Emeli Sandé dan paduan suara Bee Vocal Manchester, menurut outlet tersebut.

    William dan Kate kembali menghadiri Royal Variety Performance setelah cuti setahun pada 2018. Saat itu semua perhatian tertuju pada Meghan Markle dan Pangeran Harry yang baru saja mengumumkan kehamilan Meghan.

    Namun pada 2017, Pangeran William membuat orang banyak tertawa ketika dia menirukan gerakan komedian Miranda Hart. Pangeran berpura-pura berlari kencang ketika istrinya duduk di sebelahnya, bahkan Kate tidak bisa menahan tawanya.

    HARPER'S BAZAAR | EXPRESS.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.