Bikin Lapar, Ada Tempe dan Petai di Karya Fashion Hannie Hananto

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koleksi Hannie Hananto yang diperagakan di Indonesia Sharia Economic Festival 2019 di Jakarta Convention Center, Kamis, 14 November 2019. (Instagram/@hanniehananto)

    Koleksi Hannie Hananto yang diperagakan di Indonesia Sharia Economic Festival 2019 di Jakarta Convention Center, Kamis, 14 November 2019. (Instagram/@hanniehananto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempe dan petai tak harus selalu ada di piring makan Anda. Kali ini, kedua makanan yang populer di Tanah Air itu hadir di koleksi fashion Hannie Hananto di Indonesia Sharia Economic Festival 2019 di Jakarta Convention Center, Kamis, 14 November 2019. 

    Desainer pakaian muslim itu memperkenalkan kuliner khas Indonesia melalui koleksi busana yang diberi nama "Eten". "Eten" sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti makan atau untuk dimakan. Tak heran jika Hannie menghadirkan beragam motif makanan khas Indonesia.

    Koleksi fashion Hannie Hananto di Indonesia Shari Economic Festival 2019 di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. (Instagram/@hanniehananto)

    Koleksi ini cukup unik, sebab Hannie menggunakan motif atau gambar kuliner pada setiap busananya. Tak tanggung-tanggung, makanan tersebut dicetak dengan ukuran yang besar.

    Ada petai, tempe, gethuk, putu ayu, bolu gulung, lapis legit, klepon serta nasi goreng. Gambar-gambar ini berpadu dengan sangat baik saat digabungkan dengan motif polkadot ataupun garis.

    Warna-warna yang dihadirkan juga sangat enak dilihat dan segar seperti hijau, merah muda ataupun kuning. Ada juga yang berpadu dengan hitam, namun Hannie Hananto menghidupkannya dengan gambar makanan yang beraneka warna.

    Ada delapan koleksi yang ditawarkan oleh Hannie yang berupa rok terusan, outer, celana panjang dan scraf.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.