Brownies Sehat ala Chef Chandra Yudasswara bagi Pengidap Diabetes

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brownies no sugar ala chef Chandra Yudasswara untuk pengidap diabetes (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Brownies no sugar ala chef Chandra Yudasswara untuk pengidap diabetes (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyandang diabetes masih bisa menikmati hidup, meskipun harus mematuhi panduan diet khusus. Diet diabetes sebetulnya termasuk rencana makan yang terbaik untuk kebanyakan orang, bahkan bagi yang tidak mengidap diabetes sekalipun.

    Hal itu diungkap Executive Chef Chandra Yudasswara saat demo masak di acara Lawan Diabetes di Jakarta, Rabu, 13 November 2019. Dia bilang ada banyak makanan alternatif yang bisa dikonsumsi pengidap diabetes dan dengan nutrisi khusus.

    Chef Chandra menampilkan beberapa resep camilan kreasinya yang dikombinasikan dengan sejumlah produk susu dan pemanis khusus untuk diabetes, seperti brownies no sugar yang ramah bagi pengidap diabetes dan bahkan bisa dinikmati semua orang.

    Bahan:
    100 gram cokelat masak, iris
    100 gram margarin, lelehkan
    6 putih telur
    1 sdt cream of tartar (opsional)
    135 gram tepung terigu
    25 gram cokelat bubuk
    100 gram kacang mete, sangrai
    3 gram sachet no calorie sweetener
    1 sendok takar susu khusus untuk pengidap diabetes

    Cara membuat:
    1. Siapkan loyang ukuran 24x10x4 cm olesi margarin, alasi kertas, panaskan dandang untuk mengukus
    2. Lelehkan cokelat bersama margarin
    3. Kocok putih telur, cream of tartar dan gula pasir, sweetener hingga mengembang. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, susu bubuk, aduk rata, tambahkan margarin dan cokelat, aduk rata
    4. Tuang ke dalam loyang, kukus selama 30 menit, matang angkat, potong. Sajikan.

    Energi: 2410 kkal
    Protein: 75,5 gram
    Lemak: 121,8 gram



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.