Kurangi Kopi Segelas Sehari, Siap-siap Rasakan 7 Perubahannya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)

    ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda gelisah, tidak bisa tidur nyenyak, dan tidak dapat berkonsentrasi  secangkir kopi jadi jawabannya. Menurut sebuah studi dalam Critical Reviews In Food Science & Nutrition pada tahun 2018, batas harian kafein yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 400 mg. Ini sekitar empat cangkir kopi, tetapi banyak di antara kita yang menelan lebih banyak.

    "Anda menemukan kopi di hampir semua jalan di kota mana saja di dunia," ujar Dr. David Cutler M.D., seorang dokter keluarga di Providence Saint John's Health Center, mengatakan kepada Bustle. "Hari ini, dua pertiga orang dewasa Amerika minum setidaknya satu cangkir kopi setiap hari." Jika Anda terbiasa minum lebih dari itu, tetapi ingin mengurangi hanya satu cangkir per hari, efeknya pada kesehatan dan tubuh Anda bisa signifikan.

    Meski begitu Anda tetap berhati-hati terhadap klaim selimut tentang dampak pengurangan kafein. "Tingkat skeptisisme diperlukan ketika menafsirkan klaim tentang manfaat atau risiko kopi," kata Dr. Cutler. "Selain kafein, ada banyak bahan kimia dalam kopi yang dapat mempengaruhi tubuh." Bahan kimia yang terkandung dalam kopi termasuk 3,5 dicaffeoylquinic acid, antioksidan, dan lebih dari 1.000 senyawa lainnya. Bagaimana Anda minum kopi - dengan susu atau gula, misalnya - juga dapat memengaruhi konsekuensi dari mengurangi asupan Anda.

    Kerumitan ini berarti bahwa sangat sulit untuk memprediksi dengan tepat bagaimana kebiasaan satu kopi sehari dapat memengaruhi Anda. Tetapi berikut adalah tujuh hal potensial yang dapat memengaruhi kesehatan Anda.

    1. Anda mungkin mengalami gejala penarikan
    Bergantung pada kebiasaan minum kopi Anda sebelum memutuskan untuk mengonsumsi satu cangkir sehari, Anda mungkin akan mengalami penarikan kafein. "Bagi mereka yang telah mengembangkan kecanduan kafein, berhenti total dapat menghasilkan gejala," kata Anita Skariah, D.O., seorang dokter perawatan primer untuk UNC Health Care. "Mereka harus merasakan setelah dua hingga sembilan hari."

    Gejala-gejala penarikan kafein tidak berbahaya, tetapi tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam Psychopharmacology menemukan bahwa 10 gejala paling sering dikaitkan dengan penarikan kafein: sakit kepala, kelelahan, penurunan energi, penurunan kewaspadaan, kantuk, penurunan rasa puas, suasana hati yang tertekan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan perasaan tak nyaman. Semakin banyak kopi yang Anda minum sebelum mengurangimua, akan semakin buruk gejala Anda.

    Namun, kabar baiknya adalah bahwa gejala-gejala ini akan berkurang dengan mengkonsumsi secangkir tiap hari, dan ini tidak akan bertahan lama. Sebuah studi yang diterbitkan di Sleep Medicine dari 23 orang yang secara bertahap mengurangi asupan kafein, menemukan bahwa setelah empat minggu kehidupan bebas kafein, gejala mereka telah hilang - dan suasana hati, kualitas tidur, dan tingkat kelelahan mereka tampaknya lebih baik daripada ketika memulainya. Dan jika Anda belum minum banyak kafein, Anda mungkin tidak mengalami masalah sama sekali.

    2. Membantu masalah kandung kemih
    Salah satu efek samping mengurangi kafein, menurut tinjauan 2019 dari studi penarikan kafein, adalah peningkatan diuresis, atau mengosongkan kandung kemih Anda. Ini menarik karena kekuatan diuretik kafein telah diperdebatkan oleh para ilmuwan selama beberapa waktu. Tampaknya kafein memiliki efek diuretik ringan, artinya kafein membantu Anda buang air kecil lebih sering. Membatasi asupan Anda juga bisa membuat tubuh Anda lebih sering buang air kecil, setidaknya saat Anda menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru Anda.

    Secara umum mengurangi kopi baik untuk kandung kemih Anda. "Masalah kemih berhubungan dengan konsumsi kopi," kata Dr. Cutler kepada Bustle. Sebuah studi pada tahun 2013 menemukan bahwa minum banyak kopi (lebih dari 200mg sehari) membuat wanita lebih mungkin mengalami inkontinensia urin. Mengurangi asupan kopi Anda mungkin berarti Anda pergi ke toilet jauh lebih jarang setelah Anda mengatasi penarikan.

    3. Membantu pencernaan
    Orang yang minum banyak kopi, kata Cutler, lebih sering mengalami mulas. Mulas, atau refluks asam, bisa dipicu oleh asupan kafein, tetapi para ilmuwan tidak sepenuhnya jelas tentang caranya. Salah satu rekomendasi pertama untuk orang yang menderita penyakit refluks gastroesofageal adalah menghentikan kafein, dan jika Anda minum banyak kopi dan mengalami sakit maag secara teratur, kemungkinan mengurangi minum kopi dapat meredakan gejala Anda. Namun, jika Anda mengalami refluks asam, mungkin ide yang baik untuk pergi ke dokter untuk melacak apa yang menyebabkannya, karena kafein bukan satu-satunya penyebab.

    Selanjutnya kopi dapat mengubah mikrobioma usus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.