Zumba Bikin Putri Marino Bahagia dan Mencintai Olahraga Lagi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Marino saat menghadiri peluncuran 50 mainan edukatif yang digelar ELC di Jakarta, Selasa 12 November 2019. (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Putri Marino saat menghadiri peluncuran 50 mainan edukatif yang digelar ELC di Jakarta, Selasa 12 November 2019. (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak cara untuk me time bagi perempuan yang memiliki aktivitas padat dan pekerjaan menyita waktu. Salah satunya ialah melakukan aktivitas fisik seperti zumba, seperti yang dilakukan aktris Putri Marino.  

    Zumba adalah gerakan menari yang dilakukan seseorang dengan irama musik up beat. Gerakan menari yang dilakukan di sini adalah campuran antara menari salsa dan latin. Selain membakar kalori, zumba juga memiliki manfaat yang beragam salah satunya adalah mencegah stres dan memperbaiki suasana hati yang rusak. 

    Putri Marino. Instagram/@putrimarino

    Putri Marino yang memilih zumba sebagai salah satu kegiatan kesukaannya. Terlebih setelah seharian ia banyak menghabiskan waktu bersama putrinya, Suri, yang sedang aktif mengeksplorasi banyak hal.  

    "Zumba banyak manfaatnya kalau buat aku. Pertama zumba bikin aku happy, aku kan sudah sama Suri setiap hari dan zumba itu jadi me time yang dilakukan tiga kali seminggu," ucap Putri usai ditemui di peluncuran 50 mainan edukatif yang digelar ELC di Jakarta, Selasa 12 November 2019.

    Efek bahagia yang dirasakan perempuan asal Bali ini membuat produksi ASI semakin lancar, dan menjaga bentuk tubuh usai melahirkan. Selain itu, ia belum tertarik dengan jenis olahraga lain untuk menjaga kebugaran tubuh. "Zumba menjadi titik dimana aku mulai mencintai olahraga lagi. Jadi karena sudah nyaman sama zumba ya sudah. Kalau dulu sebelumnya paling lari, jogging, dan dance," pungkas istri Chicco Jerikho ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.