Diet Gagal saat Bepergian? Pilih 4 Camilan Sehat Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kacang. Unsplash/Maksim Shutov

    ilustrasi kacang. Unsplash/Maksim Shutov

    TEMPO.CO, Jakarta - Bepergian sering kali menjadi salah satu alasan diet gagal. Sebab orang yang bepergian cenderung makan dan mengonsumsi camilan berlebihan karena jauh dari rumah sehingga tidak memiliki banyak pilihan makanan sehat.

    Namun, Anda bisa mencegah kegagalan diet dengan menu camilan yang sehat. Anda bisa mengonsumsinya di sela-sela perjalanan untuk menunda lapar.

    Berikut beberapa ide camilan sehat untuk Anda makan sepanjang jalan, juga membuat suasana hati Anda bahagia seperti dilansir Indian Express.

    Energy bar

    Merasa lapar? Cobalah energy bar dan isi kembali cadangan energi Anda. Anda bisa membawa beberapa, tetapi pastikan memilih yang kaya protein, serat dan lemak sehat dan gula tak berlebihan.

    Kacang

    Kacang memiliki rasa yang enak dan kaya protein, mineral, lemak serta serat yang sehat. Karena itu, bawalah banyak almond, pistachio, kacang mede asin. Sahabat perjalanan yang lezat ini akan membuat suasana hati baik sepanjang perjalanan.

    Popcorn

    Bepergian membuat Anda lapar sama seperti menonton film. Kala hal ini terjadi, popcorn bisa menjadi pilihan camilan Anda. Popcorn seratnya tinggi. Ingatlah untuk mengonsumsi jenis yang mengandung lemak sehat dan jumlah natrium yang rendah.

    Telur rebus

    Telur mengandung semua yang dibutuhkan tubuh Anda. Makanan ini kaya akan asam amino, protein dan nutrisi mikro. Bawalah beberapa telur rebus untuk menjaga perut Anda kenyang sepanjang perjalanan.

    Siapa yang tidak suka sayuran dan hummus sebagai pilihan makanan ringan, bukan? Hummus dibuat dengan buncis yang kaya protein. Untuk sayuran, Anda dapat membawa potongan wortel, seledri dan paprika.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.