Selain Gusi Berdarah, 9 Hal Ini Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vitamin C (Pixabay.com)

    Ilustrasi vitamin C (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Vitamin C salah satu jenis vitamin yang paling mudah dikenal dibandingkan yang lain. Namun beberapa orang masih mengalami kekurangan vitamin C. Dalam kondisi yang parah, kekurangan vitamin ini dapat memicu kondisi yang disebut scurvy. 

    Risiko kekurangan vitamin C dapat meningkat karena beberapa faktor, misalnya kurang dalam asupan buah dan sayuran, mengidap gangguan makan seperti anoreksia nervosa, menderita gangguan mental berat, diet yang berlebihan, menderita alergi tertentu, pasien yang menjalankan cuci darah, lanjut usia, berlebihan dalam mengonsumsi alkohol, serta penggunaan obat ilegal

    Berikut ini beberapa gejala jika tubuh kekurangan vitamin C

    1. Kulit kasar dan tidak rata
    Vitamin C berperan dalam produksi kolagen, jaringan ikat yang ditemukan pada kulit, tulang, sendi, hingga pembuluh darah. Apabila tubuh kekurangan vitamin C, kondisi keratosis akan berisiko terjadi. Pada keratosis, kulit akan menjadi kasar terutama pada bagian lengan atas, paha, atau bokong.

    2. Bintik merah pada kulit
    Folikel adalah tempat tumbuhnya rambut yang tersebar di sekujur permukaan kulit. Pada folikel, terdapat pembuluh darah yang sangat kecil untuk menyediakan nutrisi dan darah di area folikel serta tempat tumbuhnya rambut dan bulu.

    Karena vitamin C berperan dalam pemeliharaan pembuluh darah, kondisi defisiensi akan membuat pembuluh menjadi lemah dan mudah pecah. Hal tersebut memicu timbulnya bintik-bintik merah, yang dikenal dengan kondisi perifollicular hemorrhage.

    3. Kuku menyerupai sendok
    Individu yang mengalami kekurangan vitamin C juga akan menunjukkan gangguan pada kukunya. Gangguan tersebut berupa kuku yang menyerupai sendok, berbentuk cekung, serta menjadi tipis dan rapuh.

    4. Kulit mudah memar
    Masih berkaitan dengan peran vitamin C bagi pembuluh darah dan kulit, kekurangan vitamin ini akan membuat penderitanya menjadi mudah memar. Memar dapat terjadi karena adanya pembuluh darah yang pecah sehingga darah mengalir ke area di sekitarnya.

    5. Pemulihan luka yang lambat
    Pemulihan luka yang lambat menjadi gejala kekurangan vitamin C pada tahap yang parah. Bahkan, pada beberapa kasus, defisiensi vitamin ini juga memicu luka lama kembali terbuka. Hal ini dapat terjadi karena peran vitamin C dalam formasi kolagen untuk jaringan kulit.

    6. Gusi berdarah dan gigi copot
    Kekurangan vitamin C menimbulkan masalah pada berbagai area tubuh, tak terkecuali di rongga mulut. Jika Anda tidak memenuhi kebutuhan vitamin ini, risiko gusi berdarah juga dapat terjadi. Gusi menjadi berdarah karena jaringannya yang melemah dan meradang. Pada kasus yang berat, gusi akan terlihat keunguan dan menjadi tidak sehat. Seiring waktu, gigi pun berisiko untuk lepas dari gusi.

    7. Tulang yang lemah
    Vitamin C juga berperan dalam jaringan tulang. Apabila tubuh kekurangan vitamin C, risiko tulang retak dan tulang keropos juga akan meningkat. Gangguan pada tulang karena kekurangan vitamin C lebih rentan terjadi pada anak-anak karena mereka sedang berada dalam fase pertumbuhan.

    8. Sakit pada persendian
    Vitamin C juga berperan dalam pemeliharaan jaringan sendi. Apabila kekurangan vitamin C, nyeri pada sendi pun dapat terjadi. Pada beberapa orang, defisiensi vitamin C juga menimbulkan perdarahan di dalam sendi.

    9. Perubahan mood dan rasa lelah
    Suasana hati buruk merupakan gejala awal dari kekurangan vitamin C. Begitu juga dengan rasa lelah yang dapat terus muncul sebelum defisiensi total terjadi.

    10. Kenaikan berat badan
    Para ahli memercayai bahwa vitamin C turut mengatur pelepasan lemak dari sel. Beberapa penelitian pun menemukan tubuh orang yang kekurangan vitamin C cenderung gemuk. Hanya saja, ilmuwan belum dapat mengonfirmasi kaitan tersebut bersifat sebab-akibat atau bukan.

    Penanganan defisiensi atau kekurangan vitamin C dapat berupa pemberian suplemen vitamin C yang dikombinasikan dengan nutrisi dari makanan. Setelah beberapa waktu, suplemen vitamin C tersebut dapat dihentikan. Sementara itu, untuk konsumsi makanan sumber vitamin C harus terus dilanjutkan.

    Ada banyak makanan yang menjadi sumber vitamin C. Beberapa makanan dengan kandungan vitamin C tinggi adalah jambu biji, paprika merah manis, buah kiwi, lemon, hingga jeruk. Begitu juga dengan stroberi, pepaya, dan brokoli. 

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.