Pernah Di-Bully, Kini Asmara Abigail Bangga dengan Kulit Eksotis

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asmara Abigail curhat masa kecilnya yang kerap dibully karena kulitnya gelap saat ditemui dalam peluncuran POND's Skin Perfecting Cream di Jakarta, Jumat 8 November 2019. (TEMPO/Foto: Ecka Pramita)

    Asmara Abigail curhat masa kecilnya yang kerap dibully karena kulitnya gelap saat ditemui dalam peluncuran POND's Skin Perfecting Cream di Jakarta, Jumat 8 November 2019. (TEMPO/Foto: Ecka Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak sedikit perempuan berkulit hitam yang rendah diridengan kondisi kulit mereka. Segala cara pun dilakukan termasuk perawatan kulit agar tampak lebih putih. Namun, hal tersebut tak dialami oleh aktris Asmara Abigail.

    Sejak kecil pemain film Perempuan Tanah Jahanam ini mengaku kerap di-bully teman-teman sekolah. "Iya aku dari sekolah memang sering di-bully. Mulai dibilang hitam, kecil, dan kurus banget pokoknya buruk rupa-lah pokoknya. Atau kalau lagi ketemu teman-teman orangtua, ibu-ibu biasa hiii kok anaknya hitam banget," ucap Asmara saat ditemui di acara peluncuran Pond's Perfecting Cream di Jakarta, Jumat 8 November 2019.

    Bagi perempuan kelahiran April 1992 ini bullying berkulit hitam tidak terlalu dipikirkan. "Pokoknya ngurusin hidup orang itu kayak bagian dari budaya. Jadi buat aku daripada stres sendiri, apalagi anak-anak muda sekarang tingkat depresinya kan semakin tinggi, mungkin kita lebih bisa berusaha untuk memperkaya diri dan membahagiakan diri sendiri sehingga enggak terlalu memberikan efek negatif ke diri kita," ucap Asmara Abigail.

    Asmara Abigail saat menghadiri peluncuran POND’s Skin Perfecting Cream di Jakarta, Jumat 8 November 2019. (dok.PR)

    Asmara mengaku tidak merasa down sebab lingkungan sekelilingnya tak pernah bikin semangatnya turun. Efeknya ia merasa ada dukungan dan tidak lagi memikirkan kondis kulit yang dianggap orang lain mungkin tidak sama. "Goal aku waktu itu cepet-cepet lulus SMA supaya bisa pilih kuliah yang aku mau, jurusan yang aku mau, bertemu dengan lingkungan baru karena orangtua membebaskan aku. Jadi aku memang menunggu saat-saat bisa lulus dan say good bye ke orang-orang yang mem-bully aku," ujarnya.

    Kini Asmara Abigail memetik buah manisnya, warna kulit yang dulu sering di-bully teman-temannya semakin ia kagumi dan tidak disesali. "Mereka mau ngatain aku enggak peduli juga karena hubungan dengan teman-teman hanya di sekolah, begitu bel lebih prefer pulang dan enggak main sama mereka. Aku juga banyak kegiatan di luar sekolah. Lingkungan aku itu sangat beragam, jadi ada yang bilang aku hitam enggak masalah cuma di sekolah," ucapnya.

    Asmara merasa warna kulitnya bagus jadi merasa enggak perlu ada yang ditangisi. "Apalagi keluargaku semuanya, dari mama semua cucunya perempuan dan kebetulan warna kulitnya hitam. Jadi liburan bareng-bareng, foto, dari kecil sudah terbiasa kegiatan tanning itu lumrah," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.