Aman atau Tidak Mengkonsumsi Makanan Mentah Tergantung Hal Ini

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan mentah. Unsplash.com/Jongsun Lee

    Ilustrasi makanan mentah. Unsplash.com/Jongsun Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin sering tidak menyadari telah mengonsumsi makanan mentah, seperti lalapan, salad, bahkan makanan mentah Jepang, seperti sashimi, dan berbagai hidangan yang tidak dimasak lainnya. Bahaya makanan mentah seringkali dikarenakan karena ketakutan akan adanya mikroorganisme yang masih hidup dalam makanan dan mampu menimbulkan gangguan pada tubuh. Namun, di sisi lain, beberapa orang percaya bahwa mengonsumsi makanan mentah justru lebih bernutrisi daripada mengonsumsinya setelah sudah dimasak. 

    Bagi penganut diet makanan mentah, makanan mentah aman dan bergizi untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan nutrisi yang masih utuh. Saat dimasak, beberapa bahan makanan rasanya justru menjadi lebih enak, tetapi di saat yang sama, menghilangkan beberapa kandungan nutrisi dalam makanan tersebut. Baik itu bahan makanan yang berasal dari tanaman maupun hewan, seperti ikan.

    Meskipun demikian, bahaya makanan mentah tidak bisa dipungkiri. Mengonsumsi makanan mentah memiliki risiko terinfeksi mikroorganisme penyebab penyakit yang sebenarnya bisa dimatikan lewat proses memasak. Risikonya semakin besar lagi ketika makanan yang dikonsumsi berasal dari daging hewan. Beberapa jenis bakteri, seperti campylobacter, e.colilisteria, dan salmonella hanya bisa dihilangkan ketika makanan sudah dimasak.

    Sebenarnya, aman atau tidaknya makanan mentah tergantung dari jenis dan pengolahan makanannya. Selain itu, beberapa jenis makanan akan lebih bernutrisi apabila dikonsumsi secara mentah dan ada pula yang akan lebih bergizi jika dikonsumsi setelah dimasak.

    Tentunya tidak semua makanan baik jika dikonsumsi secara mentah, beberapa sayuran, seperti jamur, bayam, wortel, kentang, produk hewani, kacang-kacangan, tomat, dan asparagus akan lebih baik jika dimasak terlebih dahulu. Makanan mentah yang bisa langsung dikonsumsi bisa berupa kubis, bawang putih, bawang bombay, dan brokoli. Namun, kandungan antioksidan pada sayuran akan lebih tinggi jika dimasak terlebih dahulu.

    Sushi dan sashimi biasanya dibuat dari bahan utama makanan mentah berupa ikan. Makanan mentah Jepang ini sebenarnya merupakan cara yang baik agar Anda bisa mendapatkan kandungan vitamin dan asam omega-3 secara lengkap. Namun, apabila tidak diolah dengan baik, kedua jenis makanan ini berpotensi membuat Anda mengalami infeksi mikroorganisme berupa parasit atau bakteri yang bisa memicu sakit perut, diare, dan mual.

    Anak kecil dan wanita yang sedang hamil atau menyusui dianjurkan untuk menghindari mengonsumsi makanan mentah ala Jepang ini. Saat memilih sushi atau sashimi, sebaiknya hindari mengonsumsi sushi atau sashimi yang dibuat dari ikan yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi, seperti tuna, hiu, dan sebagainya,

    Ketika mengonsumsi makanan produk hewani, seperti telur, daging babi, udang, daging sapi, susu, dan sebagainya, akan lebih baik jika dimasak dengan benar terlebih dahulu untuk mematikan mikroorganisme di dalamnya. Beberapa jenis makanan yang berpotensi menimbulkan keracunan saat dikonsumsi secara mentah kentang, kacang merah, almond, jamur liar, dan singkong. 

    Jika Anda tidak ingin mengurangi kandungan gizi dan nutrisi dalam makanan tanpa mengonsumsi makanan mentah, Anda bisa memilih metode memasak dengan durasi yang cepat, seperti mengukus atau memasukkan makanan ke microwave. Namun, perlu diingat bahwa makanan hewani perlu dimasak secara benar dengan suhu dan durasi yang sesuai untuk mematikan mikroorganisme yang mungkin terdapat dalam makanan tersebut.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.