7 Bahan Kimia Berbahaya yang Ada pada Produk Skincare

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perawatan kulit bersama pasangan. boldsky.com

    ilustrasi perawatan kulit bersama pasangan. boldsky.com

    TEMPO.CO, Jakarta

    Perawatan kulit perlu dilakukan agar terlihat flawless dan awet muda. Sayangnya untuk mendapatkan kulit yang sesuai ekspektasi kerap kali abai mengecek kandungan atau bahan yang ada dalam produk skincare.

    Padahal, perlu diketahui pemakaian produk skincare dapat merusak kesehatan kulit jika tidak memerhatikan kandungan zat kimia di dalamnya. Tak sedikit bahkan produk perawatan kulit mengandung bahan pengawet. Tentu formula ini bisa berdampak serius terhadap kesehatan hingga memicu kanker.

    Nah, sebelum terlanjur menggunakan sebaiknya Anda cek lebih dulu dengan teliti. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut bahan kimia berbahaya yang mesti dihindari.

    1. Retinol

    Mungkin kita sudah tak asing lagi dengan bahan retinol atau vitamin A yang dapat membantu menghaluskan kulit dan mengurangi munculnya bekas jerawat serta kerutan. Namun, retinol ternyata bisa membahayakan kulit karena memiliki efek karsinogen ketika di bawah matahari.

    2. Parabens

    Kebanyakan orang akrab dengan kandungan parabens sebab ada di hampir sebagian besar jenis produk dari perawatan kulit hingga sabun tangan. Paraben digunakan untuk mempertahankan formula dan bentuk produk sehingga dapat menjaga produk stabil hingga lima tahun ke depan. Tapi bahan ini memiliki efek menyerupai estrogen yang bila kebanyakan bisa memicu kanker.

    3. Phenoxyethanol

    Phenoxyethanol tak lebih dikenal daripada parabens, tetapi memiliki kualitas pengawet yang sama. Produk yang terdaftar bebas dari paraben, hanya akan menggantinya dengan phenoxyethanol. Kandungan ini berpotensi pada masalah kesehatan termasuk alergi dan gangguan sistem saraf.

    4. Hydroquinone

    Tahukah Anda jika banyak produk pencerah mengandung bahan pemutih keras yang justru melemahkan kulit. Hydroquinone berpotensi menyebabkan kanker, keracunan sistem organ, dan iritasi saluran pernapasan. Penggunaan kandungan ini sudah lama dilarang untuk digunakan dalam produk perawatan kulit di beberapa negara seperti Uni Eropa, AS, dan Kanada.

    5. Oxybenzone

    Oxybenzone adalah salah satu bahan kimia berisiko tinggi yang bisa ditemukan di tabir surya. Fungsinya seperti hormon estrogen dalam tubuh, mengubah produksi sperma pada hewan dan berhubungan dengan endometriosis pada wanita.

    Studi pada sel dan hewan laboratorium menunjukkan bahwa oxybenzone dan metabolitnya dapat mengganggu sistem hormon. Solusinya Anda bisa memilih tabir surya dengan zinc oxide atau titanium oxide atau avobenzene sebagai gantinya.

    6. Dimethicone

    Dimethicone adalah silikon sintetis yang digunakan untuk mengencangkan tekstur. Kandungan ini memberikan efek kulit halus dan melindungi dari tampilan garis-garis halus serta kerutan yang bisa kita temui dalam produk antiaging. Dalam waktu lama bahan ini bisa membuat kulit kering.

    7. Polietilen

    Maraknya penggunaan produk eksfoliasi yang bisa meremajakan kulit kita membuat kita lebih aware pada bahan yang dikandungnya. Exfoliasi banyak terbuat dari polietilen karena lebih lembut pada kulit dari exfoliators alami. Bahan kimia sintetis ini sering terkontaminasi dengan 1,4-dioksan, dianggap sebagai karsinogen dan gampang terkontaminasi pada kulit.

    POP SUGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.