Mitos Seputar Masa Nifas, Kenapa Tak Boleh Keluar Rumah 40 Hari?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyusui. factretriever.com

    Ilustrasi menyusui. factretriever.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa nifas adalah masa yang dimulai dari keluarnya plasenta saat persalinan hingga enam minggu setelah seorang wanita melahirkan. Dalam periode tersebut, sebagian besar perubahan tubuh akibat kehamilan dan persalinan akan pulih sepenuhnya. Tubuh sang ibu pun akan kembali ke kondisi sebelum terjadi kehamilan. 

    Banyak sekali tradisi yang harus diikuti oleh sang ibu agar penyembuhannya berjalan lancar. Tapi manakah yang benar-benar perlu dipatuhi dan manakah yang sebaiknya dihindari karena hanya mitos?

    Di bawah ini adalah tradisi masa nifas yang masih sering dianjurkan di Indonesia beserta penjelasannya.

    1. Dilarang makan ikan, telur, dan daging

    Ada larangan makan ikan, telur, dan daging selama masa nifas supaya bekas jahitan cepat sembuh. Tapi perlu diketahui, tradisi yang satu ini hanya mitos. Pasalnya, ibu yang baru saja melahirkan justru perlu asupan protein lebih tinggi dalam rangka penyembuhan luka dan pemulihan fisik.

    Bila terjadi kekurangan asupan protein selama masa nifas, penyembuhan luka akan lebih lambat dan dikhawatirkan malah berisiko terkena infeksi. 

    Usahakan untuk mengonsumsi 40 gram protein tiap hari guna membantu penyembuhan luka setelah melahirkan.

    Untuk ibu menyusui, bahkan ada kebutuhan ekstra 600 kalori setiap hari. Asupan kalori yang tidak mencukupi akan menyebabkan ibu baru mudah lelah dan produksi air susu ibu atau ASI yang berkurang.

    Penuhi juga kebutuhan cairan dengan minum setidaknya delapan gelas air per hari atau 2 liter. Asupan cairan sangat penting untuk membantu proses penyembuhan dan menjaga kecukupan produksi ASI. 

    2. Tidak boleh mandi dan keramas

    Larangan ini konon bertujuan agar tubuh tetap hangat dan tidak masuk angin maupun terkena rematik.

    Namun secara medis, tidak ada larangan bagi ibu yang baru melahirkan untuk mandi dan keramas. Jadi, Anda boleh saja mandi bila dirasa perlu.

    Untuk mandi dan berendam dalam bathtub, kegiatan ini sebaiknya ditunda dulu. Anda disarankan untuk menunggu dulu setidaknya sampai dokter Anda mengizinkan.

    Hindari pula mencampur air dalam bathtub dengan bubble bath atau minyak aromaterapi. Kandungan kimia di dalam produk-produk tersebut bisa saja memicu iritasi maupun infeksi pada bekas luka.

    Setelah selesai mandi, keringkan tubuh dengan saksama menggunakan handuk yang lembut. Terutama ibu yang melahirkan lewat operasi Caesar, pastikan area bekas luka jahitan tetap bersih dan kering sehabis Anda mandi. 

    Ingatlah bahwa, douching vagina selama masa nifas sangat tidak disarankan. Aktivitas ini berisiko memperparah luka dan menyebabkan infeksi. 

    3. Tidak boleh keluar rumah selama 40 hari

    Tradisi tidak boleh keluar rumah selama masa nifas ini cukup sering dipraktikkan dalam budaya Asia dan Amerika Latin. Tujuannya adalah membantu ibu baru untuk memulihkan diri dari proses kehamilan dan melahirkan.

    Dalam setiap budaya yang memiliki larangan keluar rumah tersebut, ibu baru diharapkan untuk beristirahat saja di rumah dan menghindari kerja berat. 

    Keinginan menjalankan larangan keluar rumah atau tidak, kembali ke pilihan masing-masing orang. Banyak ibu baru yang tetap beraktivitas keluar rumah, sementara sebagian ibu mempraktikkannya secara terbatas. Misalnya, hanya keluar rumah untuk membawa bayinya imunisasi. 

    Faktanya, ibu baru melahirkan memang disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik dan banyak istirahat, setidaknya seminggu pertama setelah melahirkan. Kemudian selama enam minggu masa nifas, ibu baru dapat kembali ke aktivitas normalnya secara bertahap. 

    Selama masa nifas, ibu yang baru melahirkan disarankan untuk fokus pada pemulihan diri dan perawatan bayi saja. Jangan sedih dan tertekan bila Anda tidak bisa segera kembali ke rutinitas. Bila memungkinkan, mintalah bantuan keluarga atau asisten rumah tangga untuk mengurus dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. 

    Ada baiknya Anda juga membatasi kunjungan. Misalnya, hanya keluarga dan teman-teman dekat. Pastikan juga agar mereka mencuci tangan hingga benar-benar sebelum bertemu dan menyentuh bayi Anda demi menghindarkan penularan penyakit. 

    4. Wajib pakai setagen

    Alasannya, agar rahim cepat menyusut dan perut tidak menggelambir. Tujuan menggunakan setagen setelah melahirkan yang sebenarnya adalah memberi penopang ekstra pada perut sampai organ dan otot perut sang ibu sepenuhnya pulih. Pemakaian setagen juga memberi kompresi ringan yang membantu rahim untuk mengecil kembali. 

    Setagen bisa digunakan segera setelah melahirkan, asalkan Anda mendapatkan izin dari dokter. Cobalah menggunakannya selama beberapa jam dulu. Bila Anda merasa cocok dan nyaman, Anda bisa tetap menggunakannya.

    Durasi pemakaian setagen atau korset pascahamil juga tidak memiliki patokan khusus. Semua tergantung pada kenyamanan sang ibu baru. 

    Hati-hati supaya tidak melilit setagen terlalu kencang. Tekanan yang terlalu besar pada perut malah bisa memperlambat penyembuhan.

    Namun bukan berarti lilitan setagen bisa dibiarkan kendur. Kencangkan setagen, tapi Anda harus masih bisa bernapas dengan nyaman dan gerakan tubuh tidak terhambat selama pemakaian setagen. 

    Selama tidak mengganggu proses pemulihan pada ibu yang baru melahirkan atau membahayakan kesehatan ibu dan bayi, pilihan menjalani tradisi masa nifas ada di masing-masing orang. Anda bisa memilih untuk mempraktikkannya atau tidak.

    Bila tidak yakin mengenai risiko kesehatan yang berkaitan dengan tradisi masa nifas dalam budaya Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan Anda terlebih dulu.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.