Viral Cerita Layangan Putus, Lakukan Ini saat Pasangan Selingkuh

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi selingkuh. mdzol.com

    Ilustrasi selingkuh. mdzol.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cerita Layangan Putus, tentang seorang ibu beranak empat yang ditinggal menikah lagi oleh suaminya, masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Diunggah pertama kali sebuah akun Facebook bernama Mommi ASF, kisah viral ini mendapat banyak tanggapan dari warganet meskipun unggahan aslinya telah dihapus. 

    Meski belum diketahui apakah cerita ini nyata atau bukan, perselingkuhan kadang kala dialami oleh pasangan. Mengetahui pasangan tidak setia dan berselingkuh, tentu menjadi mimpi buruk. Anda pun mungkin kebingungan untuk menentukan langkah selanjutnya, jika pasangan ketahuan selingkuh.

    Apapun alasan pasangan berselingkuh, menjaga agar diri tak terpuruk harus bisa dilakukan. Beberapa tips ini, diharapkan dapat membantu Anda, setelah pasangan ketahuan selingkuh dan mengingkari janji yang telah dijalin.

    1. Menerima perasaan ‘negatif’ yang muncul

    Pasangan yang ketahuan selingkuh tentu menimbulkan kesedihan mendalam bagi Anda. Perasaan kecewa, terluka, bingung dengan kondisi yang terjadi, bahkan gejala depresi, wajar Anda rasakan. Tak ayal lagi, emosi Anda akan layaknya roller coaster setelah pasangan ketahuan selingkuh.

    Penting untuk diingat, perasaan tersebut harus Anda terima. Walau Anda berusaha memaafkan pasangan, perasaan ‘negatif’ tersebut tak akan hilang begitu saja. Terima dengan lapang dada, bahwa Anda memang sedang bersedih dengan kondisi ini.

    2. Cari cara untuk menjaga diri sendiri

    Selain reaksi emosional, kondisi fisik Anda juga rentan terganggu pascapasangan ketahuan selingkuh. Gangguan fisik tersebut, dapat berupa mual, gangguan pencernaan, gangguan tidur, tergoncang, hingga gangguan makan.

    Setelah Anda dapat melewati shock berat di awal, lakukan usaha-usaha untuk tetap menjaga diri. Misalnya, mengonsumsi makanan bergizi, tidur secara teratur, minum air putih secukupnya, serta berolahraga. Mengajak sahabat untuk bertamasya dan liburan, atau melakukan solo traveling, juga bukan menjadi masalah.

    Mungkin terasa berat, namun Anda dapat melakukan usaha terbaik untuk menghadapi hal ini.

    3. Hindari balas dendam

    Dikhianati pasangan, tentu memunculkan amarah pada diri sendiri. Namun, jangan biarkan amarah dan emosi tersebut memancing Anda untuk melakukan balas dendam. Misalnya, hindari membocorkan tabiat buruknya di media sosial, atau berbalik selingkuh dengan orang lain.

    Kepuasan setelah melakukan hal tersebut, hanyalah sementara. Selain itu, tindakan balas dendam tidak mampu membuat Anda pulih dari rasa kecewa setelah pasangan ketahuan selingkuh.

    4. Menjauhkan anak dari topik perselingkuhan pasangan

    Situasi yang pahit ini, tidak seharusnya melibatkan anak. Membagikan detil mengenai perselingkuhan tersebut, hanya memberatkan mental anak-anak, dan berisiko membuat mereka terpaksa harus memilih antara Anda dan pasangan.

    5. Mencari bantuan profesional

    Anda mungkin tak mampu menjalani momen pahit ini sendirian, dengan pikiran keruh yang mendera. Sebelum mengambil keputusan untuk berpisah dari pasangan, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan konselor pernikahan bersama pasangan. Dengan demikian, Anda dan pasangan bisa mendapat pandangan yang objektif dari konselor.

    6. Merancang rencana berikutnya

    Pilihan untuk berpisah dari pasangan atau tetap hidup bersamanya, ada di tangan Anda. Namun, jika memutuskan untuk mengakhiri hubungan, Anda harus merencanakan hal-hal penting ke depannya. Misalnya, mencari tempat tinggal baru, membicarakan perjanjian hak asuh anak, hingga pembagian harta.

    Anda juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan infeksi menular seksual, termasuk tes HIV, jika pasangan ketahuan selingkuh yang disertai dengan hubungan seks.

    Seperti cerita Layangan Putus, perselingkuhan adalah momen pahit bagi pasangan yang menjadi korbannya. Bersedih dan kecewa sangatlah wajar, namun Anda tetap harus mampu melangkah ke depan dan menjaga diri sendiri.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.