Sulit Melupakan Cinta Pertama? Pakar Ungkap Tiga Sebabnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang sulit melupakan cinta pertama, tak peduli berapa banyak hubungan asmara yang telah mereka lalui. Jatuh cinta untuk pertama kalinya bisa mengubah hidup, emosi yang dirasakan begitu kuat. Anda mungkin membayangkan sulit hidup tanpa dia sehingga takut kehilangannya.

    Ada sejumlah alasan mengapa cinta pertama begitu sulit dilupakan. David Bennett, pakar hubungan bersertifikat, mengatakan bahwa hormon dan koneksi otak memainkan peran besar di dalamnya.

    "Cinta pertama seringkali merupakan hubungan emosional yang sangat kuat. Dalam banyak kasus, itu terjadi sebelum bagian logis dari otak berkembang sempurna dan ketika hormon tubuh sedang tinggi-tingginya,” kata  David seperti dikutip Bustle, Sabtu, 2 November 2019.

    David melanjutkan, ikatan emosional ini begitu kuat karena di saat itu terjadi pelepasan hormon oksitosin, hormon sama yang memperkuat ikatan ibu dan bayi. Oksitosin dikenal sebagai hormon cinta. Hormon ini membantu dua orang saling saling terikat dan membantu Anda menjadi lebih terbuka dan mempercayai orang lain.

    Tapi itu bukan satu-satunya alasan Anda sulit melupakan cinta pertama. Amy Ricke, psikiater dari Your Doctors Online, mengatakan hal itu juga terkait dengan cara kerja otak. Ketika Anda jatuh cinta, gelombang hormon, seperti dopamin, oksitosin, dan serotonin, membanjiri otak.

    Hormon membuat Anda merasakan euforia dan perasaan menyenangkan yang intens, terutama ketika dikombinasikan dengan sentuhan fisik. Dan, kebanyakan orang mengalami jatuh cinta pertama kali saat remaja, di saat otak sensitif terhadap pengalaman memuaskan dan intens seperti jatuh cinta.

    "Dengan demikian pengalaman cinta pertama menjadi hampir tak terhapuskan tertanam dalam otak dengan cara yang sangat jelas dan mudah diingat," katanya.

    Selain itu, setelah mengalami perasaan yang menyenangkan selama jatuh cinta, Anda mungkin akan mengejarnya lagi. "Karena cinta pertama sering terasa intens, itu bisa membuat seseorang percaya bahwa mereka lebih mencintai yang pertama daripada yang lain," kata April Davis, pendiri situs kencan LUMA - Luxury Matchmaking.

    Meski sulit dilupakan, Davis mengatakan cinta pertama belum tentu yang terbaik. Anda mungkin sebenarnya lebih mencintai yang kedua, ketiga, atau yang terakhir, tapi cinta pertama tetap mempengaruhi hubungan Anda setelah itu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.