Bayi Sebaiknya Tidak Diperkenalkan Gula dan Garam, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu dan makanan bayi. Shutterstock

    Ilustrasi susu dan makanan bayi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan pendamping ASI atau MPASI untuk bayi usia 6 bulan hingga satu tahun sebaiknya tidak diberi tambahan gula dan garam. Alasannya, rasa manis dan asin dari dua bumbu tersebut memanipulasi rasa asli makanan sehingga bayi tidak sempat mengenalnya. 

    “Bayi akan belajar mengenal rasa asli makanan. Dan rasa asli makanan itu enak sekali dibandingkan dengan makanan yang sudah ditambahkan gula dan garam,” kata pakar gizi medik Profesor Saptawati Bardosono, saat peluncuran Nestle Cerelac Risenutri di Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Tambahan gula dan garam pada MPASI akan membuat bayi terbiasa dengan rasa yang telah dimanipulasi. Jadi ketika ia diberi makanan lain dengan rasa aslinya, dia akan menolak karena merasa hambar. Ini juga memicu anak melakukan gerakan tutup mulut alias menolak makanan dan memilih makanan atau picky eater. 

    Prof Tati, sapaan Saptawati, mengatakan anak boleh diperkenalkan dengan rasa gula dan garam setelah usianya satu tahun atau lebih. “Sebaiknya nggak diberi sampai dia mendapatkan makanan orang dewasa. Itu karena makanannya dimasak bareng dan masakan keluarga biasanya sudah diberi bumbu macam-macam,” kata dia.

    Selain gula dan garam, Prof Tati juga mengatakan bayi belum boleh diberi madu karena kandungan gulanya begitu tinggi. Rasa gula yang begitu manis pada madu dapat mengalahkan semua rasa makanan. Dikhawatirkan, ketika bayi diberi makanan lain, dia akan menilak karena sudah mengenal rasa manisnya madu.

    “Konsentrasi gulanya juga tinggi sekali sehingga tidak bisa diserap dengan baik karena usus bayi belum sempurna. Akibatnya, bayi bisa mengalami diare,” ujar Prof Tati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.