Uniknya Gaun Pembaptisan Kerajaan, Pewarnanya dari Kantong Teh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Louis digendong Kate Middleton saat acara pembaptisan di Chapel Royal, Istana St. James, London, 9 Juli 2018. Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, pemimpin spiritual Gereja Anglican seluruh dunia, akan memimpin kebaktian di kapel kerajaan, yang akan dihadiri teman dan kerabat dekat. (Dominic Lipinski/Pool Photo via AP)

    Pangeran Louis digendong Kate Middleton saat acara pembaptisan di Chapel Royal, Istana St. James, London, 9 Juli 2018. Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, pemimpin spiritual Gereja Anglican seluruh dunia, akan memimpin kebaktian di kapel kerajaan, yang akan dihadiri teman dan kerabat dekat. (Dominic Lipinski/Pool Photo via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaun pembaptisan kerajaan Inggris memiliki detail yang unik dan dipakai turun temurun. Salah satunya adalah pewarna kuno yang digunakan yaitu kantong teh. Hal ini diketahui dalam buku The Other Side of the Coin: The Queen, The Dresser and the Wardrobe.

    Pembuat pakaian Ratu Elizabeth II, Angela Kelly dalam buku itu mengatakan dalam untuk memastikan warnanya terlihat asli, kain tersebut di celupkan ke dalam teh Yorkshire. "Kami menempatkan setiap potongan renda dalam mangkuk kecil, dari Kitchen Dresser, diisi dengan air dingin dan kantong teh, dan meninggalkannya selama sekitar lima menit, memeriksa secara teratur sampai warnanya sempurna,” ujar Kelly seperti dilansir dari laman People.

    Angela Kelly menjelaskan lebih lanjut detail pembuatan replika gaun pembaptisan yang dikerjakan pada tahun 2004 itu. Dia membutuhkan waktu sembilan bulan untuk menyelesaikannya dengan bantuan seorang penjahit lainnya, Barbara Buckfield. Kelly pergi ke Italia untuk menemukan renda yang tepat, membawa gaun mini di tas tangan besar, sebelum membawanya kembali ke Inggris dan mengecatnya dengan tangan.

    Meghan Markle dan Pangeran Harry berbagi kebahagian pembaptisan putranya, Archie Harrison Mounbatten- Windsor, Sabtu, 6 Juli 2019, di kapel privat, di Kastil Windsor, London, Inggris. Instagram/@sussexroayl/Chris Allerton

    Replika itu ditugaskan oleh Ratu setelah aslinya, yang dibuat pada tahun 1841 dianggap terlalu rapuh untuk digunakan. Gaun itu sudah dipakai oleh 62 bayi kerajaan, termasuk sang Ratu sendiri, aslinya dibuat dari sutra Spitalfield dan renda Honiton dan terakhir dipakai oleh Pangeran Edward dan Sophie, putri Countess of Wessex, Lady Louise Windsor, pada tahun 2004.

    Sejak itu replika Kelly dipakai untuk semua pembaptisan kerajaan, termasuk anak-anak Pangeran William dan Kate Middleton, Pangeran George, Pangeran Charlotte, Pangeran Louis dan yang terbaru untuk pembaptisan Archie, putra Pangeran Harry dan Meghan Markle.

    Proyek ini juga diawasi secara ketat oleh Ratu, kata Kelly, yang telah bekerja untuk Ratu sejak 1994, pertama sebagai asisten pribadi dan kemudian sebagai penata gaya. "Pada setiap tahap proses, saya akan menunjukkan kemajuan kita kepada Ratu: pertama korset, lalu lengan yang melekat padanya, kemudian rok dengan lapisan bawah menyala, dan akhirnya jubah lengkap," ungkap Kelly, yang lahir dan besar di Liverpool. "Yang Mulia sangat tertarik untuk melihat bagaimana perkembangannya."

    Gaun pembaptisan juga menjadi bagian dari pameran 2016 untuk menandai ulang tahun Ratu yang ke-90. ‘Fashioning A Reign: 90 Years of Style From the Queen’s Wardrobe’ 'di Windsor Castle adalah pameran pakaian Ratu terbesar hingga saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.