Kebiasaan Buruk yang Bisa Menguntungkan, Termasuk Gigit Kuku

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggigit kuku. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menggigit kuku. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menggigit kuku dicap sebagai salah satu kebiasan buruk karena banyak kuman di dalamnya. Jadi ketika Anda punya kebiasaan menggigit kuku, sama saja Anda memindahkan kuman ke mulut. 

    Namun, menggigit kuku tidak semengerikan yang dibayangkan. Ketika tubuh Anda dalam kondisi bugar, kuman itu sebenarnya bisa membuat sistem kekebalan tubuh menghasilkan sel darah merah yang membantu melawan infeksi. Tubuh Anda juga mencatat bakteri dalam memorinya, sehingga ketika bertemu bakteri yang sama untuk kedua kalinya, Anda sudah memiliki limfosit untuk mengalahkannya.

    Hal itu dibuktikan dalam sebuah studi yang dimuat di jurnal Pediatrics pada 2016 lalu. Para peneliti dari Selandia Baru dan Kanada menemukan bahwa anak-anak yang mengisap jempol atau menggigit kuku mereka cenderung memiliki reaksi alergi terhadap berbagai hal, termasuk hewan peliharaan dan tungau, daripada anak-anak yang tidak.

    Tidak hanya menggigit kuku, ada sejumlah kebiasaan lain yang dianggap buruk sebagian orang, ternyata punya efek baik untuk kesehatan.

    1. Buang air kecil sambil mandi

    Setidaknya sekali dalam seumur hidup Anda pernah buang air kecil alias kencing sambil mandi berdiri. Meski sebagian orang menganggap itu sebagai kebiasaan buruk, ternyata ada juag keuntungannya. Asam urat dan amonia di urine Anda dapat membantu mencegah infeksi jamur di jari-jari kaki.

    3. Makan permen karet

    Ini salah satu makanan yang dilarang untuk anak-anak. Tapi bagi orang dewasa, mengunyah permen karet disebut dapat membantu Anda meningkatkan konsentrasi melebihi kafein. Mengunyah permen karet membantu Anda fokus, mempertajam memori Anda, mengurangi stres dan membantu menyeimbangkan hormon dengan meningkatkan kadar kortisol.

    4. Kentut

    Buang gas atau kentut adalah salah satu hal yang paling memalukan jika dilakukan di depan umum. Tapi, tubuh kita melepaskan gas setidaknya 14 kali sehari dan sekitar 3-5 kali pada malam hari. Kentut adalah hasil dari sistem pencernaan kita yang menghasilkan karbon dioksida dan metana dari makanan makanan. Kentut membantu menyingkirkan gas-gas ini. Jika gas ini tertahan di dalam perut, bisa memicu sakit perut dan kembung.

    5. Sendawa

    Setelah makan besar, sendawa adalah hal yang paling ditunggu karena bikin puas. Bersendawa membantu meringankan udara di perut kita. Mengimpan gas di tubuh akan memicu nyeri dada. Bersendawa membantu meringankan udara di perut kita. Tetapi jika Anda terlalu banyak bersendawa, pertimbangkan untuk bertemu dokter karena bisa jadi kebiasaan buruk itu merupakan tanda penyakit asam lambung.

    TIMES OF INDIA | TIME 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.