3 Jenis Aktivitas Fisik untuk Menjaga daya Tahan Tubuh Anak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu dan anak bermain di taman bermain. (Purewow /Cavan Images/ Getty Images)

    Ilustrasi ibu dan anak bermain di taman bermain. (Purewow /Cavan Images/ Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anak tidak hanya dilakukan dengan memberikannya asupan bergizi, tapi ada tiga pilar lainnya yaitu  tidur, inteligensi atau kesehatan pikiran, makan atau asupan yang baik, dan olahraga atau aktivitas fisik. 

    Hal itu diungkapkan pakar pengasuhan anak Andyda Meliala dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad, 26 Oktober 2019. Menurut dia, untuk aktivitas fisik pada anak-anak usia 5-17 tahun, sebaiknya difokuskan pada tiga hal yakni aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang.

    Andyda memberi contoh kegiatan aerobik adalah berlari, melompat-lompat, dan menari. Aktivitas aerobik itu dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Sementara aktivitas untuk kekuatan otot ada pada permainan dengan menggunakan alat bermain, tarik-menarik, dan memanjat pohon.

    Sedangkan olahraga untuk kekuatan tulang biasanya berasal dari kegiatan tumbukan seperti berlari, lompat tali, olahraga basket, dan tenis.

    "Aktivitas fisik tersebut membuat antibodi atau sel darah merah akan bersirkulasi lebih cepat, sehingga dapat mendeteksi penyakit lebih awal. Tidak hanya itu, kenaikan singkat suhu tubuh selama dan sesaat setelah aktivitas ini juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri," ucapnya.

    Kenaikan suhu itu dapat membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih baik. Selain manfaat tersebut, aktivitas fisik dapat memicu pertumbuhan otak dan pengeluaran endorphin atau yang disebut sebagai hormon kebahagiaan.

    Untuk mendorong anak menjalani aktivitas fisik yang optimal agar terjaga kesehatannya, Andyda menyarankan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup.

    "Ajak anak diskusi untuk mengetahui aktivitas apa yang bisa dilakukan sehari-hari. Intinya harus ada dukungan yang kuat terhadap ekosistem untuk aktivitas fisik anak, baik di rumah, di sekolah, dan di mana pun,” ujar dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu.

    Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization merekomendasikan agar anak berusia 5-17 tahun beraktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari dan tiga kali dalam seminggu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.