Perawatan Kulit untuk Menghilangkan Strech Mark Pasca-Melahirkan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hamil (pixabay.com)

    Ilustrasi hamil (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaStrech mark bukan hal yang aneh pada ibu hamil atau yang baru melahirkan. Garis-garis samar berwarna putih ini biasanya muncul di sekitar pinggul, perut, pantat, hingga paha atas. Meski tidak berbahaya, banyak orang yang merasa tidak percaya diri karena hal tersebut. Kadang-kadang stretch mark juga menimbulkan rasa tidak nyaman karena gatal. Bisakah dihilangkan?

    Strech mark terjadi karena kulit mengalami peregangan dalam waktu relatif cepat dan melebihi kemampuan elastisitas kulit. Kondisi ini bisanya dialami ibu hamil, apalagi dengan penambahan berat badan yang cukup signifikan.

    Menurut Head of Medical And Training ZAP Clinic Dara Ayuningtyas, peregangan yang melampau batas itu membuat produksi kolagen tidak lagi sanggup untuk memperbarui jaringan penghubung kulit. Akibatnya kulit seolah pecah dan timbul garis-garis stretch mark.

    Garis-garis halus ini sebenarnya bisa dihilangkan dengan sejumlah produk seperti krim, gel, minyak, hingga bahan-bahan alami. Namun harus digunakan rutin sejak awal kehamilan hingga setelah melahirkan. Sayangnya banyak orang yang baru menyadari stretch mark setelah hamil besar atau melahirkan sehingga hampir tidak bisa dihilangkan.

    Saat ini tersedia teknologi yang dapat membantu meringankan stretch mark, salah satunya adalah perawatan platelet-rich plasma (PRP). Perawatan ini dilakukan dengan mengolah darah pasien menjadi plasma darah kaya trombosit yang lebih banyak 5-10 kali lipat dari konsentrasi normal. Lalu, plasma darah yang mengandung ratusan protein growth factor tersebut akan diaktivasi menggunakan cairan aktivator khusus agar dapat bekerja lebih efektif.

    Perawatan ini berlangsung sekitar 30 menit. Darah pasien akan diambil untuk diolah dengan teknologi khusus. Lalu, area yang akan di-treatment dibersihkan, injeksi dilakukan, dan dilanjutkan dengan pengaplikasian aktivator PRP.

    Setelah melakukan treatment, pasien dianjurkan untuk tidak membasuh area tindakan minimal selama empat jam dan menghindari penggunaan skin care untuk sementara waktu, utamanya ketika kulit masih merah dan mengelupas.

    Perawatan ini berfungsi meningkatkan produksi kolagen, mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit sehingga pada akhirnya dapat mengurangi penampakan stretch mark.

    Selain meringankan stretch mark, perawatan ini juga dapat mengurangi bekas jerawat kehitaman dan bopeng pada wajah, mengurangi garis halus pada leher, hingga membantu mengurangi kerontokan rambut dan kebotakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.