Mantel Ratu Elizabeth II Tak Laku Dijual di Toko Barang Bekas

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Elizabeth, 92 tahun, pada Senin, 24 Desember 2018 waktu Inggris, menyampaikan pesan Natal agar masyarakat saling menghormati. Sumber: John Stillwell/AP/news.com.au

    Ratu Elizabeth, 92 tahun, pada Senin, 24 Desember 2018 waktu Inggris, menyampaikan pesan Natal agar masyarakat saling menghormati. Sumber: John Stillwell/AP/news.com.au

    TEMPO.CO, Jakarta - Fashion keluarga kerajaan selalu menarik dikulik. Selain Kate Middleton dan Meghan Markle, cara berbusana Ratu Elizabeth II juga khas. Ia terkenal dengan gaya busananya yang khas di usia 93 tahun dan senang memakai warna-warna berani. Ciri khasnya selalu tampil mengenakan gaun, mantel, topi, dan sejumlah aksesori.

    Ratu pun sama seperti kita, bila sudah bosan dengan busana tertentu di lemari pakaiannya, ia memberikan kepada staf atau toko baju bekas dengan syarat.

    Saat berbicara di podcast kerajaan New Idea, pengamat keluarga kerajaan Angela Mollard membeberkan ia mendapati jaket Ratu di toko barang bekas vintage di Sandringham, Inggris. “Rupanya itu tidak laku. Sang Ratu mungkin membayar ribuan Poundsterling saat membeli mantel itu dan aku yakin itu berakhir di dua tempat sampah. Saya pikir itu sangat lucu," ucap Mollard, seperti dikutip dari laman Express.

    Host pendamping di podcast itu. Zoe Burell, ikut berkomentar, “Anda berpikir seseorang akan senang mengatakan bahwa mereka mengenakan mantel Ratu."

    Mollard merespons, "Ya, hal itu menunjukkan bahwa bangsawan pun tidak mudah menyingkirkan pakaian bekasnya.”

    Di dalam buku "Not in Front of the Corgis" yang ditulis Brian Hoey 2011 dikisahkan selain dermawan memberikan baju, Ratu juga tidak gengsi memakai pakaian favoritnya selama bertahun-tahun.

    "Ketika akhirnya bosan, ia akan menyerahkannya kepada pengurus pakaiannya. Entah itu bisa dipakai lagi oleh para staf atau menjualnya," ungkap Hoey.

    "[Ada] satu ketentuan yang harus dilakukan," kata Hoey. "Semua label pakaian harus dihapus dan apa pun yang mungkin mengidentifikasikannya berasal dari royalti harus dihilangkan."

    Dalam soal desain, banyak pakaian Ratu yang dibuat oleh penata gaya senior Angela Kelly dan tim. Kelly bergabung ke dalam tim penata gaya dan busana Ratu Elizabeth II pada 1993 usai menjadi asisten rumah tangga untuk diplomat Inggris. Menurut Kelly, “Sang Ratu menyukai pakaian dan benar-benar ahli dalam kain. Saya banyak belajar dari Ratu.”

    SILVY RUANA PUTRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.