Curhat Sharon Stone, Sempat Kena Stroke dan Dilupakan Hollywood

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sharon Stone.  REUTERS/Joao Castellano

    Sharon Stone. REUTERS/Joao Castellano

    TEMPO.CO, JakartaSharon Stone sudah menjalani banyak hal di usianya yang kini 61 tahun, termasuk puncak kariernya di era 1990-an. Aktris senior ini mengaku mulai mengalami kesulitan ketika usianya memasuki 40 tahun. Sharon yang seorang ibu tunggal mulai ditinggalkan Hollywood. Tawaran bermain film berkurang berlahan-lahan.

    "Aku tidak bisa bekerja karena wanita, setelah mereka berusia 40, tidak diberi pekerjaan di Hollywood,” kata dia dalam cerita sampul majalah Allure edisi November 2019.

    Ia mengaku masa itu banyak perubahan yang terjadi padanya. Apalagi pada 2001 aktris film Basic Instinct itu sempat mengalami stroke. Ia harus mengambil istirahat dua tahun untuk  memulihkan kesehatannya. Tapi setelah pulih, ia mengaku dilupakan Hollywood.

     “Aku bintang film terpanas, tahu?” Kata Sharon kepada Variety Juli lalu. “Saya seperti Putri Diana, sangat terkenal. Dia meninggal dan saya terserang stroke. Dan kami dilupakan,” ia menambahkan.

    Ia mengatakan orang-orang pun memperlakukan ia dengan tidak baik. “Saya merasa orang-orang tidak memahami betapa berbahayanya stroke bagi perempuan dan apa yang diperlukan untuk pulih,” kata dia.

    Ia memiliki tiga orang anak Roan, 19; Laird, 14; dan Quinn, 13. Ketika ia mengalami stroke, anak-anak itu masih kecil. Ia juga tidak pernah punya pacar serius sejak itu karena menurutnya tidak ada yang mau berkencan dengan ibu yang punya anak tiga.

    Namun di tengah kesulitannya, Sharon merasa ada hal baik yang ia rasakan setelah usia 40 tahun.

    "Itu adalah periode perubahan terbesar saya, tetapi periode di mana saya pikir saya adalah yang paling indah,” kata Sharon Stone.

    PEOPLE | ALLURE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.