Jahe Kaya Manfaat Kesehatan, Ini Cara Menyimpan yang Tepat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Jahe. Pixabay.com

    Ilustrasi Jahe. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jahe memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Anda dapat mengolahnya dengan cara cold pressed, dicampur dengan air hangat dan madu atau untuk hidangan salmon. Namun untuk menjaga bahan alami ini tetap segar dan dapat dimanfaatkan dengan baik, Anda harus mengetahui cara penyimpanan yang tepat.

    Melansir laman Purewow, hal pertama yang harus diperhatikan, ketika Anda membeli jahe di pasar atau supermarket pilih potongan-potongan yang memiliki kulit halus dan tekstur tegas, dan seharusnya tidak terasa lembut atau terlihat kusut. Jika Anda menyimpannya di lemari es, simpan seluruh, akar yang tidak dikupas di dalam kantong plastik yang dapat ditutup kembali, dengan semua udara didorong keluar, di laci lemari es Anda yang lebih tajam. Jika sebagian jahe telah dipotong atau dikupas, pastikan untuk mengeringkannya dengan tisu kertas sebelum disimpan.

    Anda juga bisa menyimpan jahe segar tanpa batas di dalam freezer. Masukkan jahe yang belum dikupas ke dalam tas freezer atau wadah yang aman untuk freezer agar tidak terbakar. Saat Anda perlu menggunakannya, tarik keluar dari freezer, parut apa yang Anda butuhkan dan kembalikan akar ke freezer. Jahe beku sebenarnya lebih mudah diparut, jadi tidak perlu mencairkannya terlebih dahulu.

    Berikut ini beberapa manfaat jahe untuk kesehatan

    1. Makanan Pembentuk Kekebalan
    Menurut sebuah studi dari Institut Ilmu Kedokteran Mahatma Gandhi India, senyawa dalam jahe menghambat protein dalam virus influenza yang menyebabkan infeksi.

    2. Mengobati Mual
    Beberapa ibu hamil mengalami mual di pagi hari atau morning sickness. Menurut review dari 12 studi yang diterbitkan dalam Nutrition Journal yang mencakup total 1.278 wanita hamil, 1,1 hingga 1,5 gram jahe dapat secara signifikan mengurangi gejala mual.

    3. Memiliki Properti Anti-Diabetes
    Penelitian tentang jahe sebagai pengobatan untuk diabetes relatif baru, tetapi satu studi tahun 2015 di Iranian Journal of Pharmaceutical Research menemukan bahwa, untuk 41 peserta dengan diabetes tipe 2 yang mengkonsumsi 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah puasa sebesar 12 persen.

    4. Menurunkan Kolesterol
    Kadar LDL (kolesterol jahat) yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Satu studi oleh para peneliti di Departemen Farmakologi dan Universitas Babol Ilmu Kedokteran di Iran menemukan bahwa, untuk 85 orang dengan kolesterol tinggi, penambahan bubuk jahe ke dalam makanan mereka menyebabkan pengurangan yang signifikan pada sebagian besar penanda kolesterol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.