5 Tanda Anda Harus Melakukan Detoksifikasi Gula agar Lebih Sehat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang bisa menolak makanan atau minuman bergula? Gula memang bisa membuat Anda ketagihan. Jika dilihat menu makanan Anda sehari-hari, mungkin saja sebenarnya Anda kelebihan asupan ini. Entah dari kue, cokelat, minuman, atau permen. Tak banyak orang yang mengukur berapa banyak gula yang ia konsumsi setiap hari. Jadi, Anda mungkin tidak pernah tahu apakah asupan gula harian sudah melewati batas. 

    Sebelum kadar gula dalam darah Anda tinggi atau gigi berlubang, berikut beberapa tanda Anda dianjurkan melakukan detoksifikasi gula, seperti dikutip dari Times of India, Selasa, 15 Oktober 2019

    1. Merasa lamban terus menerus

    Benar bahwa gula terurai menjadi karbohidrat yang jadi sumber energi tubuh, tapi kadar gula darah yang stabil hanya dapat dipertahankan selama kadar insulin terkendali. Tapi ketika kadar gula tidak terkendali, Anda bisa mengalami penurunan tingkat energi, yang dapat membuat Anda merasa lelah, kusam, mengantuk, dan mungkin lamban saat menjalani hari.

    2. Kembung tanpa alasan

    Tak seperti protein atau serat, gula tidak memberikan nutrisi yang baik untuk mengatur pencernaan atau fungsi tubuh lainnya. Kalorinya yang tinggi justri bisa membuat Anda kembung. Gula juga meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, membuat Anda lebih sulit menurunkan kelebihan berat badan.

    3. Gula tak semanis yang seharusnya

    Ketika Anda mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan, tubuh akan mengembangkan semacam intoleransi terhadap gula. Gula tak lagi semanis dulu. Ini artinya Anda benar-benar perlu makan lebih banyak makanan manis untuk memuaskan keinginan makan gula. Jelas ini bukan hal yang baik.

    4. Gangguan berpikir

    Kadar gula yang berlebihan dikaitkan dengan masalah kognitif dan gangguan berpikir sementara. Jadi, jika Anda menghadapi gejala kabut otak, seperti sering bingung, sulit fokus, dan gampang lupa, ini saatnya Anda berpikir untuk mengendalikan asupan gula.

    5. Insomnia

    Kebiasaan makan sesuatu yang manis larut malam atau setelah makan malam bisa menyebabkan kesulitan tidur. Makan gula melepaskan semburan tingkat energi yang tidak seimbang dalam tubuh pada saat tubuh mempersiapkan diri untuk tidur. Ketika produksi melatonin dalam tubuh terhambat, Anda tidak akan tidur nyenyak. Oleh karena itu, untuk tidur malam yang nyenyak, kurangi asupan gula Anda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.