Mom Shaming pada Ibu Hamil Berdampak Negatif pada Kesehatan Janin

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

    Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mom shaming tindakan mempermalukan seorang ibu dapat menimbulkan masalah yang mempengaruhi psikologis perempuan. Setiap wanita dapat mengalami mom shaming termasuk ibu hamil. Hal ini tentu sangat memengaruhi kondisi ibu hamil khususnya pada janin

    Padahal, menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan N.B Donny A.M,  kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan yang penting untuk diperhatikan terutama saat persiapan kehamilan. Baik selama menjalani masa kehamilan, dan pada pemahaman jika kehamilan yang sehat berasal dari kesehatan fisik dan kesehatan mental.

    "Belum lagi faktor hormon norepinefrin yakni hormon yang dihasilkan dari kelenjar adrenal yang turut berdampak pada janin. Hormon tersebut mengirim sinyal ke bayi dan akan memicu kontraksi saat belum cukup bulan," ucap dokter Donny saat ditemui usai Talkshow Kampanye Anti-Mom Shaming di Jakarta, Selasa  15 Oktober 2019. 

    Dokter spesialis kebidanan dan kandungan N. B. Donny A.M, saat ditemui di acara Talkshow Kampanye Anti-Mom Shaming di Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019

    Lebih lanjut dokter Donny memaparkan efek stres akibat mom shaming yang dialami ibu hamil berdampak pada janin, yaitu berat badan bayi lahir rendah, berpengaruh pada pertumbuhan otak janin, berpengaruh pada tumbuh kembang bayi, pasokan oksigen janin berkurang

    Nah jika ibu hamil dapat mengelola stres dengan baik maka respon tubuh terhadap stres relatif bisa menurun. "Jika terjadi terus menerus maka ibu hamil sesegera mungkin periksa ke dokter," tukas Dokter Donny.

    Sementara terkait dengan masalah stres pada ibu hamil, aplikasi Hallobumil diluncurkan dengan tujuan mendukung perjalanan setiap perempuan dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat. Termasuk juga memahami setiap tantangan dan situasi yang tidak menyenangkan akibat mom shaming.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.