Orang Tua Perlu Ketahui 10 Langkah untuk Menjaga Kesehatan Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak / dokter anak. Shutterstock

    Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak / dokter anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi setiap orang tua, kesehatan anak prioritas penting. Sebab itu, orang tua terutama ibu sangat mengutamakan apapun demi kesehatan anak. Namun banyak faktor mempengaruhi kesehatan anak, seperi lingkungan, cuaca dan kebiasaan di rumah. 

    Anak-anak lebih mudah terserang penyakit dibanding orang dewasa. Sebab, sistem kekebalan tubuh di usia tersebut belum terbentuk dengan sempurna. Tidak heran, ada banyak anak yang mudah tertular flu hingga cacar. Meski tidak bisa melindungi buah hati selama 24 jam sehari, beberapa langkah di bawah ini bisa membantu mengurangi risiko anak terkena penyakit, sehingga kesehatan anak pun tetap terjaga.

    Cara meningkatkan kesehatan anak-anak

    1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak
    Penyakit bisa dihindari, selama anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, pastikan agar ia mendapatkan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan yang sehat, dan berolahraga secara teratur. Selain itu, memastikan kesehatan mentalnya juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Lakukanlah langkah-langkah ini agar anak tidak terlalu stres dalam menjalani kehidupannya baik di sekolah maupun di rumah. Pastikan ia punya cukup waktu untuk bermain dan bercanda bersama orang-orang terdekatnya.

    2. Biasakan agar anak rajin cuci tangan
    Biasakan anak rajin cuci tangan yang benar adalah salah satu langkah menjaga kesehatan anak yang paling sederhana. Ajarkan anak untuk mencuci tangan setelah membuang ingus, menggunakan toilet, serta sebelum dan sesudah makan. Dengan begitu, Anda sudah membantu mengurangi risiko anak terkena penyakit dan mencegahnya menyebarkan penyakit ke orang lain, termasuk teman-temannya di sekolah.

    3. Ajarkan kebiasaan yang sehat
    Ajari anak untuk tidak menggosok matanya terus-menerus dengan tangan, karena kuman dari tangan bisa masuk ke mata. Jangan pula berbagi gelas atau sikat gigi dengan orang lain karena bisa mentransfer kuman. Selain itu, ajari anak untuk menutup mulut dan hidungnya ketika bersin atau batuk, dan jangan terlalu dekat pada orang yang sedang batuk atau bersin. Sebab, kuman bisa berpindah sehingga menyebabkan anak sakit. 

    4. Menyajikan makanan sehat untuk anak
    Memberikan makanan sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan anak. Sehingga, dibanding memberikan anak makanan yang penuh lemak, gula, dan tinggi kalori, seperti makanan cepat saji, hidangkanlah makanan yang sehat di rumah. Dengan begitu anak akan terbiasa mengonsumsi olahan makanan yang segar dan bergizi. Pastikan dalam satu piringnya ada berbagai makanan sehat seperti sayur, daging tanpa lemak, ikan, maupun kacang-kacangan.

    5. Atur porsi makan anak
    Anda harus memastikan bahwa anak makan dengan cukup, tidak terlalu sedikit, tapi tidak juga berlebihan. Jika makan terlalu sedikit, maka anak bisa menjadi kurang gizi dan nutrisi, sehingga mudah terserang sakit. Sementara itu, jika makan berlebihan, maka anak dikhawatirkan akan mengalami diabetes, yang tentu saja tidak baik untuk kesehatannya. 

    6. Ajak anak untuk aktif bergerak
    Bermain game atau menonton kartun di televisi, tentu disukai banyak anak. Bahkan anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Kebiasaan tersebut dapat membuat anak malas bergerak, sehingga berisiko terkena berbagai penyakit. Melakukan aktivitas fisik sangatlah penting untuk anak. Bantu anak agar ia dapat bergerak aktif, setidaknya selama satu jam setiap harinya, secara total. Ajak anak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan detak jantung dan pernapasannya, serta melatih kekuatan otot dan tulangnya. Tentunya, selalu pastikan keamanan kegiatan tersebut dan buat aktivitas ini tetap menyenangkan.

    7. Ajari menjaga kesehatan gigi
    Kerusakan gigi merupakan masalah paling umum yang terjadi pada anak-anak. Jika dibiarkan, gigi yang rusak bisa memengaruhi pertumbuhan gigi tetap, serta menimbulkan masalah bicara. Sebab itu, ajarkan anak untuk menjaga kesehatan gigi dengan rutin menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Selain itu, bawa anak setiap 6 bulan sekali untuk menjalani pemeriksaan ke dokter gigi. Jangan sekali-kali menakuti anak tentang dokter gigi, karena dapat membuatnya enggan untuk mengunjungi dokter gigi.

    8. Hindari penggunaan sabun maupun produk antibakteri secara berlebihan
    Cuci tangan dengan sabun antibakteri memang baik untuk menjaga kesehatan anak. Namun, segala sesuatu yang berlebihan tetaplah tidak baik. Jika digunakan secara berlebihan, sabun tersebut tidak hanya akan menghancurkan bakteri penyebab penyakit, tapi juga bakteri baik yang dibutuhkan oleh tubuh.

    9. Ciptakan lingkungan yang aman untuk anak
    Menjaga kesehatan anak, tidak hanya sebatas menyehatkan tubuhnya, tapi juga menjadikan lingkungan sekitarnya menjadi tempat yang aman untuknya bertumbuh. Sebagai contoh, gunakan kursi mobil (car seat) khusus anak saat membawa anak berkendara. Selain itu, Anda juga perlu menjauhkan benda-benda berbahaya seperit pisau, gunting, hingga obat-obatan dari jangkauan anak. Sadari tanda-tanda kekerasan fisik, mental, maupun seksual, yang mungkin dialami anak di sekolah maupun tempat lain, yang disambanginya.

    10. Berikan imunisasi dan pemeriksaan rutin untuk anak
    Membiasakan anak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin seperti pemeriksaan gigi dan mata, akan membantu deteksi dini apabila anak terkena penyakit tertentu. Langkah ini juga merupakan langkah pencegahan penyakit yang efektif. Selain itu, pemberian vaksin juga sangat penting, agar anak terlindungi dari berbagai virus maupun bakteri berbahaya. Pastikan anak telah mendapatkan imunisasi dasar yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

    SEHATQ 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.