Mengenal 7 Jenis Garam Masak, Mana yang Paling Baik?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir semua makanan menggunakan garam. Tak hanya membuat masakan jadi bertambah lezat, bumbu ini juga merupakan salah satu sumber mineral penting, yaitu yodium. Entah Anda menganggapnya sebagai sumber mineral atau sumber masalah karena dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah, rasanya sulit hidup tanpa garam.

    Meski sangat umum, tak banyak yang tahu bahwa jenis garam bermacam-macam. Anda bisa menemukan garam laut, Himalaya, Celtic, atau garam hitam. 

    Dilansir dari Times of India, Sabtu, 12 Oktober 2019, berikut 7 jenis garam masak, mana yang paling baik?

    1. Garam meja

    Ini merupakan jenis garam yang paling umum. Garam ini diolah dari simpanan garam bawah tanah yang dimurnikan dan digiling halus. Sebagian besar kotoran dan trace mineral dihilangkan dalam proses pemurnian. Selain itu, ditambahkan anti-caking agar garam ini tidak menggumpal.

    2. Garam laut

    Seperti namanya, garam ini diperoleh dari air laut yang diuapkan. Karena biasanya tidak dimurnikan, garam ini mengandung beberapa mineral seperti seng, kalium, atau besi yang membuatnya punya rasa lebih kompleks. Teksturnya kasar karena tidak melalui banyak proses.

    3. Garam Kosher

    Garam ini mirip dengan garam laut dalam hal rasa dan tekstur. Karena rasanya kompleks dan teksturnya kasar, garam ini dianggap sempurna untuk memasak karena mudah larut dalam makanan. Bahkan ada yang menyebutnya memberi rasa daging pada masakan.

    4. Garam terionisasi

    Hampir semua orang di berbagai belahan dunia punya masalah kekurangan yodium yang menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti rambut rontok dan kelelahan. Karena masalah ini maka dibuatlah garam beryodium.

    5. Garam Himalaya

    Garam ini disebut sebagai yang paling murni. Berasal dari ambang garam Khewra, di wilayah Himalaya, Pakistan, garam ini mengandung mineral tinggi sehingga tidak hanya bisa digunakan untuk memasak, tapi juga perawatan tubuh. Warna merah mudanya memberikan penampilan yang unik dan dapat dibedakan. Garam ini mengandung 84 mineral sehingga memberikan rasa yang berani.

    6. Garam hitam

    Jenis ini diolah dari garam Himalaya yang disimpan dalam toples dengan arang, biji-bijian, kulit kayu, dan rempah-rempah, dan dibakar di tungku. Sama seperti garam Himalaya, garam ini murni dan kaya akan mineral dan memiliki rasa yang berani. Warnanya hitam kemerahan, dan mengeluarkan bau menyengat, yang samar-samar menyerupai telur.

    7. Garam Celtik

    Garam laut ini diperoleh dari kolam pasang surut di lepas pantai Prancis. Warnanya sedikit abu-abu dan selalu lembap. Air laut kawasan ini dikenal kaya akan mineral, meskipun memiliki kandungan natrium yang lebih rendah daripada jenis garam kebanyakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.