Menunda Kehamilan Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara (pixabay.com)

    Ilustrasi kanker payudara (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang memiliki gen BRCA1 dan BRCA2 sehingga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Itu sebabnya, orang-orang yang memiliki gen ini disarankan melakukan tes untuk mendeteksi dini penyakit ini. 

    Namun, pemicu kanker payudara bukan hanya gen. Ahli onkologi medik Aru W. Sudoyo mengatakan faktor risiko kanker payudara tak semata internal atau mutasi gen, tetapi juga faktor lingkungan yang salah satunya adalah kepadatan payudara.

    "Semakin padat, sel-sel lebih banyak," kata Aru di acara seminar media di Bogor, pekan ini. 

    Selain itu, menunda kehamilan atau bahkan tidak mau hamil juga menjadi faktor risiko berikutnya.

    Peneliti kanker dari Kalgen Innolab Ahmad Utomo menuturkan perempuan, yang tidak hamil dan melahirkan, sel di payudaranya tidak pernah mengalami apoptosis atau kematian massal sel.

    Sel-sel tubuh bisa terpapar radikal bebas termasuk di payudara. Sel semakin banyak ketika seorang perempuan hamil, termasuk sel yang mengalami mutasi.

    Setelah selesai menyusui, secara alami terjadi pengecilan sel di payudara karena terjadi pembersihan massal dan menyebabkan kematian sel atau apoptosis.

    "Kalau tidak hamil, apoptosis tidak terjadi. Gen termutasi tetap hidup. Kalau enggak mau punya anak, tabungan mutasi banyak," tutur Ahmad.

    World Health Organization atau WHO menyebutkan bahwa kanker payudara merupakan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia, yaitu banyak 58.256 kasus atau 16,7 persen dari total 348.809 kasus kanker.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.