Usia Berapa Perempuan Melakukan Pemeriksaan Kanker Payudara?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock

    Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Beyonce menjalani tes kesehatan untuk mendeteksi kanker payudara setelah ayahnya, Mathew Knowles, mengidap penyakit itu. Beberapa tahun lalu, Angelina Jolie menjalani mastektomi atau pegangkatan jaringan payudaranya untuk mencegah penyakit itu menyerangnya. Beyonce dan Angelina mungkin tidak dapat mencegah kanker payudara karena mereka mewarisi gen mutasi BRCA1.

    Kepala Laboratorium Kalgen Innolab Andi Utama dalam sebuah seminar media di Bogor, beberapa waktu lalu, menegaskan sebagian perempuan juga akan meneruskan mutasi kepada anak-anaknya dengan persentase 50-85 persen, selain risiko terkena kanker payudara pada diri sendiri juga meningkat.

    Pada perempuan yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, ada sejumlah pilihan penanganan dini demi mencegah kanker memasuki stadium lanjut.

    Salah satunya bedah profilaksis, yakni mastektomi profilaksis bilateral yang diklaim bisa menurunkan risiko di antara karier dengan varian patogenik sekitar 89,5-100 persen.

    Menurut Andi, mastektomi menurunkan risiko sekitar 90 persen setelah rerata follow up 6,4 persen.

    Namun, para perempuan yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara atau mutasi BRCA1 bisa menjalani pemeriksaan BRCA1 dan 2 yang juga untuk memprediksi risiko.

    Jika hasil pemeriksaan negatif, pemeriksaan rutin payudara sendiri (SADARI) tetap harus dilakukan setiap bulan.

    Selain itu, lakukan pemeriksaan payudara secara klinis (SADANIS) satu atau dua tahun sekali mulai usia 25 tahun. Hal lainnya, pemeriksaan mamografi dan MRI setiap tahun mulai usia 25 tahun.

    Hal lainnya yang bisa dilakukan, pemeriksaan biomarker atau biomolekul yang mengandung informasi yang diperlukan manusia untuk hidup dan berkembang (DNA, mRNA dan protein). Pemeriksaan itu disebut HER2.

    HER2 selain sebagai prediktor risiko, juga bisa digunakan untuk memprediksi obat yang tepat dan pengawasan. Pemeriksaan perlu dilakukan di laboratorium yang memenuhi syarat kualifikasi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.