Gaun Pengantin Impian Rihanna, Kolaborasi dengan John Galliano

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rihanna jadi model sampul majalah Vogue November 2019 (Instagram @fentybeauty)

    Rihanna jadi model sampul majalah Vogue November 2019 (Instagram @fentybeauty)

    TEMPO.CO, JakartaRihanna belum memiliki rencana menikah dalam waktu dekat. Tapi dia sudah memiliki gaun pengantin impian. Penyanyi yang kini juga fashion designer itu mengungkapkan akan meminta John Galliano untuk merancang gaun untuk hari besarnya. 

    Hal itu ia ungkapkan dalam salah satu episode Go Ask Anna. Acara ini sebenarnya acara bincang-bincang di mana orang bebas menanyakan apa pun ke Anna Wintour, pemimpin redaksi Vogue. Tapi, kali ini, Anna justru bertanya pada Rihanna yang menjadi wajah sampul Vogue edisi November 2019. 

    "Itu mungkin akan menjadi kolaborasi antara saya dan Galliano," kata dia tentang gaun pengantinnya. 

    John Galliano adalah perancang busana Inggris yang pernah menjabat sebagai kepala perancang rumah mode haute couture Prancis Givenchy. 

    Anna kembali menanyakan Rihanna, tapi kali ini tentang albumnya yang akan datang. “Pending,” Rihanna menjawab. Ia mengatakan saat ini tengah bersembunyi dari RihannaNavy, sebutan untuk basis penggemarnya.

     Selain tentang mode dan kecantikan, Rihanna juga berbicara tentang keputusannya tidak tampil di pertunjukan paruh waktu Super Bowl dan membenarkan gossip tentang penolakannya untuk tampil di acara yang sama di 2019 karena adanya ketidaksepakatan dengan NFL, penyelenggara.

    Menurut dia, penolakannya itu  sebagai bentuk solidaritas untuk mantan gelandang San Francisco 49ers Colin Kaepernick. Kaepernick memulai gerakan protes pada tahun 2016 di mana para pemain NFL berlutut atau duduk selama memainkan lagu kebangsaan di pertandingan. Tujuannya adalah untuk memprotes ketidaksetaraan rasial dan kebrutalan polisi. Ini memicu kontroversi nasional dan juga menarik kemarahan Donald Trump.

    Rihanna menghargai protes Kaepernick. "Aku tidak bisa melakukan itu," lanjutnya. "Untuk apa? Siapa yang diuntungkan dari itu? Bukan orang saya. Saya tidak bisa menjadi laris. Saya tidak bisa menjadi enabler. Ada hal-hal di dalam organisasi itu yang saya tidak setuju sama sekali, dan saya tidak akan pergi dan melayani mereka dengan cara apa pun."

    PEOPLE | FORBES 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.