Ibu Hamil Depresi Berisiko Lahirkan Anak dengan Gangguan Kejiwaan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaAnak yang dilahirkan dari ibu hamil yang terus mengalami depresi dan gangguan kecemasan berpotensi menderita gangguan kejiwaan saat tumbuh dewasa.

    Dokter Spesialis Kejiwaan dari RS Cipto Mangunkusumo dr Sylvia Detri Elvira Sp.KJ(K) mengatakan kondisi tersebut menjadikan faktor genetik atau bakat yang dibawa oleh anak saat kehamilan dan berpotensi menjadi gangguan kejiwaan.

    "Si anak terhubung dengan ibu hamil dengan tali pusat, kalau ibu stres bertengkar dengan suaminya, stres di kantor, sedih, malas makan, si anak terpengaruh. Apalagi kalau sampai nangis itu terpengaruh," kata Sylvia dalam acara seminar bertajuk "Prevent Suicide by Loving Yourself" di Gedung Imeri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Slyvia yang melakukan penelitian tersebut menjelaskan gen gangguan kejiwaan pada anak kemungkinan akan muncul saat menginjak masa remaja. Sementara ketika anak tersebut dilahirkan, balita, dan anak-anak tidak akan terlalu berpengaruh.

    "Ketika lahir, bayi, balita, anak-anak nggak kenapa-kenapa. Pas remaja ada stres yang berat banget baru muncul," kata dia.

    Namun Sylvia menerangkan bahwa faktor bilogis bukanlah satu-satunya yang menyebabkan gangguan jiwa. Terdapat dua faktor risiko lainnya yaitu psikologi dan faktor lingkungan. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.