Kopi Memiliki Efek Diuretik, Benarkah Menyebabkan Dehidrasi?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iustrasi kopi. Unsplash.com/Christiana Rivers

    Iustrasi kopi. Unsplash.com/Christiana Rivers

    TEMPO.CO, Jakarta - Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Banyak orang menyukai minuman ini karena dapat memberi energi dan meningkatkan suasana hati. Tapi ada anggapan bahwa kopi dapat menyebabkan dehidrasi. Benarkah?

    Dilansir dari Times of India, Rabu, 8 Oktober 2019, kopi tidak menyebabkan dehidrasi seperti yang ditakutkan. Namun, menurut U.S. National Library of Medicine, kandungan kafein dalam kopi menimbulkan efek diuretic ringan yang membuat Anda lebih sering buang air kecil.

    Efek diuretik adalah mengeluarkan natrium dan air dari tubuh. Menurut penelitian, efek ini muncul karena kafein mempengaruhi ginjal melalui mekanisme seperti menurunkan reabsorpsi natrium. Ginjal mengeluarkan kelebihan garam dari tubuh melalui urine. Sambil membuat jalan keluar dari tubuh, natrium menarik air dari darah, yang membuat Anda buang air kecil lebih sering dari biasanya.

    Efek ini sama dengan minum teh yang juga mengandung kafein. Jadi, jika Anda minum terlalu banyak kopi maka Anda harus sering-sering ke kamar mandi. Tetapi kondisi terjadi pada semua orang. Biasanya efek ini lebih terasa pada orang yang hanya minum kopi sesekali, bukan pada orang yang tiap hari meminumnya.

    Jika Anda buang air kecil lebih sering, apakah artinya cairan tubuh juga akan berkurang sehingga dehidrasi? Secara logika, ya. Namun, tidak sesederhana itu. Ketika minum kopi, Anda juga mendapatkan cairan dari kopi, jadi cairan tubuh tidak terlalu banyak berkurang. Tapi tentu saja Anda tetap harus minum air dalam jumlah yang cukup.

    Meskipun kopi tidak menyebabkan dehidrasi seperti yang dibayangkan, bukan berarti Anda dapat minum kopi dalam jumlah berlebihan. Setidaknya Anda minum 2-3 cangkir kopi setiap hari. Kafein yang berlebihan dapat menyebabkan masalah lain seperti sakit kepala, sulit tidur, detak jantung yang cepat, gemetar, dan banyak lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.