Tips Mengatasi Sakit Kepala pada Ibu Hamil Tanpa Obat-obatan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan kulit ibu hamil. Shutterstock

    Ilustrasi perawatan kulit ibu hamil. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah survei menyebutkan 39 persen ibu hamil mengalami sakit kepala, dari ringan hingga berat. Meski tidak nyaman, ibu hamil sebaiknya tidak sembarangan minum obat. 

    Ada banyak cara untuk mengatasi sakit kepala tanpa obat-obatan, misalnya lebih banyak tidur, istirahat, dan relaksasi, makan secara teratur dengan mengonsumsi asupan bergizi seimbang, minum banyak air agar tetap terhidrasi, dan meletakkan kompres dingin di belakang leher.

    Anda juga bisa mandi air hangat, pijat leher dan bahu, melakukan aktivitas fisik secara rutin, seperti berjalan-jalan di sekitar rumah, dan menghindari stres. Melakukan terapi biofeedback yang dapat membantu mengendalikan fungsi tubuh tertentu, seperti ketegangan otot, detak jantung, dan tekanan darah untuk mencegah atau mengurangi sakit kepala. Tindakan ini dapat dilakukan oleh fisioterapis.

    Jika sakit kepala tak kunjung sembuh atau bahkan semakin parah, segera periksakan diri Anda ke dokter. Penanganan yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya masalah yang lebih serius, terutama pada kehamilan Anda.

    Umumnya sakit kepala saat hamil tidak berbahaya, namun pada sebagian kasus bisa mengindikasikan adanya bahaya. Ketika sakit kepala disertai dengan pusing, penglihatan kabur atau blind spot, maka Anda harus mulai waspada dan menghubungi dokter karena kondisi tersebut merupakan tanda dari preeklampsia.

    Ibu hamil yang terkena preeklampsia mengalami sakit kepala menyerupai migrain yang berdenyut, mual, dan peka terhadap cahaya atau suara. Jika preeklampsia semakin parah, kondisi ini bisa menyebabkan masalah hati dan jumlah trombosit menjadi rendah hingga menyulitkan proses pembekuan darah.

    Bahkan, preeklampsia juga dapat berkembang menjadi eklampsia  yang bisa menyebabkan kejang, kebutaan ataupun koma. Ini tentu dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin.

    Selain itu, jika sakit kepala parah timbul secara tiba-tiba disertai dengan mati rasa, nyeri dada, mulas, pembengkakan atau demam, segera cari pertolongan medis. Sebab, ini dapat menjadi tanda adanya masalah pada kehamilan Anda.

    Akan lebih baik jika Anda selalu berkonsultasi pada dokter ketika terjadi suatu gejala yang tidak biasa selama kehamilan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.