Infeksi Saluran Kemih Rentan Dialami Ibu Hamil, Apa Gejalanya?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. Shutterstock

    Ilustrasi ibu hamil. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Wanita berisiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih dibanding pria. Anatomi wanita memudahkan bakteri dari vagina atau daerah dubur masuk ke saluran kemih karena semuanya berdekatan. Sementara infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri dari suatu tempat di luar tubuh wanita masuk ke dalam uretra atau saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

    Infeksi saluran kemih sering terjadi selama kehamilan. Hal tersebut karena janin yang tumbuh dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kencing. Kondisi ini menjebak bakteri atau menyebabkan urin bocor. Ada juga perubahan fisik yang perlu dipertimbangkan. Pada usia kehamilan enam minggu, hampir semua wanita hamil mengalami dilatasi ureter, ketika uretra mengembang dan terus mengembang sampai melahirkan, seperti dilansir dari laman Healthline.

    Saluran kemih yang lebih besar, seiring dengan peningkatan volume kandung kemih dan penurunan tonus kandung kemih, semuanya menyebabkan urin menjadi lebih diam di uretra. Kondisi ini memungkinkan bakteri untuk tumbuh. Lebih buruk lagi, urin ibu hamil menjadi lebih terkonsentrasi, memiliki beberapa jenis hormon dan gula. Selain itu, dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan bakteri "jahat" yang mencoba masuk.

    Gejala infeksi saluran kemih meliputi:
    - Buang air kecil terasa menyakitkan
    - Urin keruh atau bernoda darah
    - Nyeri panggul atau punggung bagian bawah
    - Sering buang air kecil
    - Anda merasa harus sering buang air kecil
    - Demam
    - Mual atau muntah

    Antara 2 dan 10 persen ibu hamil mengalami infeksi saluran kemih. Selain itu yang lebih mengkhawatirkan, infeksi ini terjadi berulang selama kehamilan. Wanita yang pernah menderita infeksi sebelumnya lebih rentan mendapatkannya selama kehamilan. Hal yang sama berlaku untuk wanita yang memiliki beberapa anak.

    Apakah ISK berbahaya selama kehamilan?

    Infeksi apa pun selama kehamilan bisa sangat berbahaya bagi Anda dan bayi Anda. Hal itu karena infeksi meningkatkan risiko persalinan prematur. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi saluran kemih selama kehamilan.

    Misalnya sering mengosongkan kandung kemih Anda, terutama sebelum dan sesudah berhubungan seks, hanya mengenakan celana dalam katun, menghindari semprotan atau parfum, minum banyak air agar tetap terhidrasi, menghindari sabun yang keras di area genital.

    Sebagian besar infeksi saluran kemih selama kehamilan diobati dengan antibiotik. Dokter Anda akan meresepkan antibiotik yang aman bagi kehamilan tetapi tetap efektif dalam membunuh bakteri dalam tubuh Anda. Jika infeksi berkembang menjadi infeksi ginjal, Anda mungkin perlu minum antibiotik yang lebih kuat atau menggunakan versi intravena (IV).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.