Penyebab Bayi Mengalami Hipospadia atau Penis Abnormal

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi bayi sedang mandi. (Unsplash/The Honest Company)

TEMPO.CO, Jakarta - Saat lahir ke dunia, sebagian bayi dapat mengalami kelainan. Salah satunya adalah penis bayi laki-laki yang abnormal atau hipospadia.

Hipospadia adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan masalah pada lubang, kulup, atau bentuk penis. Kondisi ini merupakan cacat lahir yang dapat terjadi pada sebagian bayi. Jika bayi Anda menderita hipospadia, maka ia mungkin mengalami masalah sebagai berikut.

Pertama, lubang kencing (pembukaan uretra) bayi tidak terletak di ujung penis. Bahkan bisa berada di tengah atau bawah penis dekat dengan skrotum. Lalu, kulit kulup bayi terletak di belakang penis dan bukan di depan.

Selain itu terjadi pembengkokan yang tidak normal pada penis (chordee) bayi hingga memicu masalah seksual di usia dewasa. Saat kencing, bayi akan mengeluarkan percikan urine yang tidak normal.

Sebagian besar kasus hipospadia terbilang ringan karena lubang kencing hanya bergeser sedikit atau berada sedikit jauh dari ujung penis. Namun, pada sebagian kecil kasus, penyakit ini bisa juga parah hingga menyebabkan lubang kencing sangat jauh dari ujung penis.

Terkadang, hipospadia juga terjadi bersama dengan masalah bayi baru lahir lainnya, seperti hernia inguinalis dan testis yang tidak turun. Bayi dengan hipospadia biasanya didiagnosis segera setelah kelahiran. Namun, pergeseran lubang kencing yang sangat sedikit bisa membuatnya lebih sulit diidentifikasi.

Ketika penis berkembang di janin laki-laki, hormon-hormon tertentu akan merangsang pertumbuhan uretra dan kulup. Namun, terjadinya masalah pada aksi hormon-hormon ini dapat menyebabkan uretra berkembang secara tidak normal sehingga menimbulkan hipospadia.

Pada kebanyakan kasus, penyebab hipospadia tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, faktor genetik atau lingkungan dianggap berperan. Meski penyebab pasti hipospadia sebagian besar tidak diketahui, namun terdapat faktor risiko yang bisa memicu terjadinya hipospadia, yaitu:

1. Riwayat keluarga

Hipospadia sering terjadi pada bayi yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan ini.

2. Genetik

Variasi gen tertentu bisa berperan dalam gangguan hormon yang merangsang pembentukan alat kelamin laki-laki hingga memicu terjadinya hipospadia.

3. Ibu hamil di atas usia 35 tahun

eberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan risiko hipospadia pada bayi laki-laki yang lahir dari ibu yang berusia di atas 35 tahun.

4. Terpapar zat tertentu selama kehamilan

Terdapat beberapa anggapan mengenai adanya keterkaitan antara hipospadia dengan ibu hamil yang terpapar senyawa tertentu, seperti rokok, pestisida, atau bahan kimia industri. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Mungkin Anda merasa khawatir bayi yang Anda kandung mengalami hipospadia. Namun, saat sedang hamil, Anda dapat mengurangi kemungkinan hipospadia pada bayi dengan berbagai cara, seperti berhenti merokok dan minum alkohol, menjaga berat badan tetap sehat, mengonsumsi asam folat untuk kesehatan kandungan, serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan pada dokter.

SEHATQ






Makan Wortel Selama Kehamilan Membuat Bayi Bahagia Menurut Studi

3 hari lalu

Makan Wortel Selama Kehamilan Membuat Bayi Bahagia Menurut Studi

Para peneliti sekarang telah memulai studi lanjutan dengan bayi yang sama setelah melahirkan


6 Tips Aman Memperkenalkan Makanan yang Berpotensi Picu Alergi pada Anak

5 hari lalu

6 Tips Aman Memperkenalkan Makanan yang Berpotensi Picu Alergi pada Anak

Memperkenalkan alergen sejak dini dapat mengurangi risiko alergi makanan tertentu hingga 80 persen.


Putra Lesti Kejora dan Rizky Billar Jalani Operasi, Kenali Dua Jenis Hernia pada Bayi

6 hari lalu

Putra Lesti Kejora dan Rizky Billar Jalani Operasi, Kenali Dua Jenis Hernia pada Bayi

Hernia pada bayi seperti yang dialami putra Lesti Kejora dan Rizky Billar bisa muncul di dua tempat, area bawah perut dan pusar.


Manfaat Minyak Telon, Tak Cuma Sahabat Bayi

6 hari lalu

Manfaat Minyak Telon, Tak Cuma Sahabat Bayi

Minyak telon adalah andalan para ibu seusai memandikan bayi. Berikut beberapa manfaat minyak telon bagi kesehatan.


Bepergian Wisata Sebelum Menjadi Orang Tua, Apa Itu Babymoon?

8 hari lalu

Bepergian Wisata Sebelum Menjadi Orang Tua, Apa Itu Babymoon?

Babymoon termasuk tren wisata yang hampir mirip bulan madu atau honeymoon., bedanya?


Nikita Willy dan Indra Priawan Ajarkan Issa Tidur Sendiri sejak Usia 4 Bulan

11 hari lalu

Nikita Willy dan Indra Priawan Ajarkan Issa Tidur Sendiri sejak Usia 4 Bulan

Nikita Willy mengatakan Issa lebih nyaman tidur sendiri di kamarnya.


Kenali Anencephaly, Kondisi Bayi Cacat Lahir di Kepalanya

11 hari lalu

Kenali Anencephaly, Kondisi Bayi Cacat Lahir di Kepalanya

Kondisi bayi cacat lahir ini mempengaruhi sekitar tiga kehamilan per 10.000 di Amerika Serikat setiap tahunnya.


Mengenal Atresia Bilier, Penyumbatan Saluran Empedu yang Umum Terjadi pada Bayi

12 hari lalu

Mengenal Atresia Bilier, Penyumbatan Saluran Empedu yang Umum Terjadi pada Bayi

Atresia bilier adalah penyumbatan pada saluran yang membawa empedu dari hati ke kantong empedu.


Bayi Berumur Dua Hari Dibuang di Jakut, Dimasukkan dalam Tas Jinjing

13 hari lalu

Bayi Berumur Dua Hari Dibuang di Jakut, Dimasukkan dalam Tas Jinjing

Bayi baru berumur dua hari ditemukan seorang pedagang nasi goreng yang hendak membuka warung. Kondisi masih hidup.


Perempuan Muda di Jakbar Jadi Tersangka Setelah Gugurkan Kandungan, Pacarnya Tak Terlibat

15 hari lalu

Perempuan Muda di Jakbar Jadi Tersangka Setelah Gugurkan Kandungan, Pacarnya Tak Terlibat

Perempuan muda jadi tersangka setelah menggugurkan kandungannya yang baru berusia enam bulan. Si pacar tak tahu kekasihnya itu telah hamil.