Alasan Desainer Novita Yunus Ingin Populerkan Batik Pacitan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novita Yunus (Instagram @batik_chic)

    Novita Yunus (Instagram @batik_chic)

    TEMPO.CO, Jakarta - Batik dari berbagai daerah di Indonesia mulai dikenal para pencinta fashion. Meski demikian, batik Nusantara tak pernah habis digali. 

    Perancang Novita Yunus yang sudah 10 tahun mengarungi bidang wastra Nusantara lewat batik Chic dan telah menyaksikan perkembangan batik dari berbagai daerah. 

    "Masih ada banyak banget yang belum dieksplorasi," kata Novita di Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019. 

    Novita berniat mempopulerkan Batik Pacitan yang punya warna-warna alam dan dinilai cocok untuk mereka yang mengusung misi fesyen berkelanjutan.

    "Itulah misi Batik Chic, ingin mempopulerkan batik yang belum banyak dikenal agar makin banyak orang tahu," ujarnya.

    Dari sisi motif, batik Pacitan memiliki gambar-gambar unik seperti daun kangkung hingga mengkudu.

    Pada November, Novita sudah menyiapkan koleksi istimewa untuk merayakan satu dekade Batik Chic. "Kami akan mengangkat koleksi baru batik Cirebon," kata dia.

    Pada September, Novita Yunus memamerkan batik Garut, batik Cirebon, batik Tuban, sutra Garut, hingga songket Bali dalam peragaan busana "Batik and Beyond:A Journey through Indonesian Fashion" di Manggha Museum, Krakow, Polandia.

    Menurut Novita, pencinta mode di Polandia tampak antusias melihat kain-kain dari Indonesia yang bervariasi. Dia juga mengerahkan strategi khusus yang dirancang berdasarkan riset pasar agar busanya yang ditampilkannya semakin berkesan bagi masyarakat luar negeri.

    Salah satu strateginya adalah memakai batik dalam potongan busana yang siap pakai. Meski berbahan etnik, hasil jadinya tetap modern dan bisa dikenakan sehari-hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.