Cara Meghan Markle Seimbangkan Peran Sebagai Ibu Saat Tur Afrika

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle, Duchess of Sussex, mengajak putra mereka Archie, saat mengunjungi Yayasan Warisan Desmond & Leah Tutu Legacy di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu, 25 September 2019. Cicit Ratu Kerajaan Inggris, Elizabeth II ini lahir pada 6 Mei 2019. REUTERS/Toby Melville

    Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle, Duchess of Sussex, mengajak putra mereka Archie, saat mengunjungi Yayasan Warisan Desmond & Leah Tutu Legacy di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu, 25 September 2019. Cicit Ratu Kerajaan Inggris, Elizabeth II ini lahir pada 6 Mei 2019. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama tur kerajaan di Afrika, Meghan Markle dan Pangeran Harry membawa putranya, Archie Harrison Mountbatten-Windsor yang berusia 5 bulan. Markle pun berusaha menyeimbangkan perannya sebagai ibu dan tugas resmi kerajaannya.

    Wanita bergelar Duchess of Sussex mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan media Inggris bahwa sebagian besar tur telah dijadwalkan menyesuaikan dengan Archie. "Kami baik-baik saja," kata Meghan kepada wartawan setelah kunjungannya ke sebuah sekolah lokal dekat Johannesburg di mana ia belajar bagaimana amal ActionAid yang bekerja untuk meningkatkan kesadaran dan mengakhiri kekerasan seksual di sekolah. "Saya pikir jadwalnya - mereka sangat baik kepada saya, karena semuanya didasarkan pada waktu makan Archie."

    Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle, Duchess of Sussex, mengajak putra mereka Archie, saat mengunjungi Yayasan Warisan Desmond & Leah Tutu Legacy di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu, 25 September 2019. Putra sulung Pangeran Harry ini bernama Archie Harrison Mountbatten-Windsor. REUTERS/Toby Melville

    Meskipun demikian, Meghan Markle merasa bahagia menjalani tur ini, yang merupakan tur pertama dan Pangeran Harry setelah Archie lahir. "Kami membuatnya bekerja," kata Meghan, seperti dilansir dari People. "Itu sangat berharga."

    Archie tetap tinggal di Afrika Selatan bersama Meghan Markle sementara Pangeran Harry mengunjungi Malawi, Angola, dan Botswana. Selama mereka berpisah, Meghan mengaku sangat merindukan putra Putri Diana dan Pangeran Charles itu.

    "Harry telah melanjutkan tugas di beberapa [negara] lain - kita bersatu kembali hari ini, aku tidak sabar karena aku sangat merindukannya! Tapi saya pikir bagi kami ini adalah perjalanan yang sangat istimewa, karena Anda bisa melihat ketika Anda berfokus pada penyebab yang sangat penting bagi kami, Anda dapat melihat bahwa dampaknya baik, dan rasanya bermakna," kata Meghan kepada wartawan.

    Uskup Agung Desmond Tutu (kanan) mencium Putra Meghan Markle, Archie saat pertemuan di Yayasan Legacy Desmond & Leah Tutu di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu, 25 September 2019. Desmond Tutu merupakan veteran gerakan anti-apartheid Afrika Selatan dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian. REUTERS/Toby Melville

    Sementara itu, Archie pertama kali muncul di depan publik saat hari ketiga tur kerajaan Meghan Markle dan Pangeran Harry, pada Rabut 25 September 2019 lalu. Archie mengikuti pertemuan resmi kerajaan bersama aktivis anti-apartheid yang terkenal Uskup Agung Desmond Tutu dan putrinya, Thandeka Tutu-Gxashe.

    Dalam sebuah, keluarga kecil ini berjalan di sepanjang koridor. Archie terlihat mengenakan overall biru muda dari H&M dan sepatu bot yang serasi – digendong dalam pelukan ibunya. Sedangkan Meghan Markle tampak anggun dalam gaun sutra Dremah dari koleksi Club Monaco dan sepatu pump hitam.

    Pertemuan itu berlangsung di yayasan Tutu di Cape Town, Afrika Selatan, yang berkontribusi pada pengembangan pemuda dan kepemimpinan, memfasilitasi diskusi tentang keadilan sosial dan tujuan bersama manusia. Yayasan berharap untuk menyebarkan ajaran dan pemikiran uskup agung kepada generasi baru. Selama pertemuan itu, pasangan kerajaan itu bercakap-cakap dengan Uskup Agung Tutu dan Thandeka, di mana Pangeran Harry mengungkapkan bahwa Archie terus-menerus ingin berdiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.