Makna Dukungan Keluarga bagi Hillary Brigitta Lasut

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hillary Brigitta Lasut. Instagram/@hillarylasut

    Hillary Brigitta Lasut. Instagram/@hillarylasut

    TEMPO.CO, JakartaHillary Brigitta Lasut dilantik menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 bersama dengan 575 anggota lainnya di Jakarta pada 1 Oktober 2019. Perempuan 23 tahun ini menjadi anggota termuda. Sebagai yang termuda, ia didaulat memimpin sidang pengambilan sumpah jabatan anggota DPR/MPR dan DPD RI, berduet dengan yang tertua, Abdul Wahab Dalimunthe yang berusia 80 tahun.

    Dunia politik bukan hal baru bagi Hillary. Ia merupakan putri Bupati Kepulauan Talaud terpilih periode 2019-2024, Elly Engelbert Lasut. Sebelumnya, ayah Hillary juga pernah menjabat Bupati Kepulauan Talaud selama dua periode, 2004-2009 dan 2009-2012. Bukan hanya ayahnya, sang ibu, Telly Tjanggulung, juga pernah menjadi Bupati Minahasa Tenggara pada 2008-2013. Jadi, bukan hal aneh jika perempuan kelahiran Manado, 22 Mei 1996 ini juga terjun ke politik.

    Karier politik Hillary tidak lepas dari dukungan keluarga. Dalam sebuah tulisan yang diunggah di situs resminya usai wisuda program magister di Washington University pada 19 Mei 2019, ia  mengapresiasi semua bentuk dukungan yang diberikan padanya, dari orang tua hingga nenek dan kakeknya.  

    Ia mengatakan bahwa sang ayah memberikan pendidikan dan dukungan yang ia butuhkan. Sementara, ibunya memberinya perhatian dan proteksi yang dibutuhkan seorang anak.

    “Terima kasih untuk selalu ingin tahu setiap detail kejadian yang Hillary alami dalam setiap detik hidup Hillary. Terima kasih karena terus percaya dan terus bangga kepada Hillary walaupun Hil mungkin pernah banyak salah mengambil keputusan dan menyusahkan Mama,” kata dia.

    Selain kedua orang tua, kakek dan neneknya pun ikut membentuk dirinya saat ini. Ama, panggilan untuk nenek, disebutnya jago masak. “Masakan Ama membuat Hillary bisa merasa nyaman dalam keadaan sesulit apa pun,” kata Hillary Lasut.

    Sekecil apa pun dukungan yang diberikan keluarga akan memberikan dampak pada kesuksesan seseorang. Sebuah penelitian yang diterbitkan Carnegie Mellon University pada 2017 lalu menunjukkan bahwa orang dengan keluarga yang mendukung akan memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih sukses. Dalam penelitian yang melibatkan 163 orang itu, disebutkan bahwa mereka lebih mungkin untuk menghadapi tantangan dan mendapat hasil yang memuaskan.

    Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama sudah merasakannya ketika ia mencapai puncak karier politik. “Jelas saya tidak bisa melakukan apa pun tanpa Michelle,” kata Obama kepada Oprah Winfrey, seperti dikutip CNBC.

    Pengusaha sukses Richard Benson juga mengatakan bahwa keluarganya sangat penting karena telah berperan dalam membantunya mencapai tingkat kesuksesan yang begitu tinggi. Itu sebabnya, pendiri Virgin itu benar-benar menikmati menghabiskan waktu bersama keluarga setiap liburan.

    "Tanpa cinta dan dukungan dari keluarga Virgin, mencapai sesuatu itu tidak akan begitu berarti atau menyenangkan,” kata dia.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.