Ikan Gabus Bantu Pemulihan Setelah Melahirkan, Mitos atau Fakta?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan Gabus. (wikipedia)

    Ikan Gabus. (wikipedia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikan gabus dipercaya dapat membantu proses pemulihan luka setelah menjalani operasi atau melahirkan. Mitos atau fakta?  

    Orang-orang Asia termasuk Indonesia terbiasa memberikan ikan gabus kepada siapapun dari segala usia. Mulai dari sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) hingga lansia pun disarankan mengonsumsi ikan gabus.

    Para peneliti telah menemukan manfaat ikan gabus berkat kandungan asam amino dan asam lemak yang sangat baik bagi tubuh. Spesies ikan yang satu ini dikenal dengan kemampuan mencegah peradangan, pertumbuhan bakteri, hingga antikanker.

    Khusus untuk wanita yang baru melahirkan, ikan ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Khasiatnya bahkan dapat dibandingkan dengan obat-obatan penghilang rasa nyeri seperti morfin.

    Hal ini tidak lepas dari peran asam amino dan asam lemak yang membantu sintesis serat kolagen sehingga luka lebih cepat menutup dan sembuh. Tak hanya itu, spesies ikan gabus juga mengandung asam arakhidonat yang merangsang sintesis prostaglandin. Lagi-lagi, hal ini berperan vital dalam proses penyembuhan luka.

    Untuk mendukung hipotesis ini, sebuah penelitian dilakukan di Rumah Sakit Universiti Sains Malaysia dan Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II. Penelitian dilakukan pada periode Mei 2011 hingga Januari 2013.

    Responden dari penelitian manfaat ikan gabus ini adalah perempuan yang melahirkan dengan metode caesar. Tentunya bagi mereka yang melahirkan dengan metode caesar, ada luka besar di bagian perut bawah. Berbeda dengan yang  melahirkan normal, ada proses penyembuhan luka yang cukup lama bagi mereka yang melahirkan caesar.

    Tentu seberapa cepat penyembuhan luka pasca-melahirkan caesar akan berbeda antara satu perempuan dengan lainnya. Untuk itu, penelitian ini menargetkan untuk mengetahui apakah manfaat ikan gabus dapat mempercepat proses pemulihannya.

    Kembali ke penelitian, ibu-ibu baru yang menjadi responden berusia sekitar 18-40 tahun. Dipastikan bahwa mereka yang menjadi peserta penelitian tidak memiliki masalah apapun usai melahirkan.

    Kemudian, responden diminta mengonsumsi kapsul yang berisi olahan ekstrak ikan gabus dengan dosis 250 mg. Kapsul ini dikonsumsi satu kali sehari pada jam berapa pun, bisa sebelum maupun sesudah makan.

    Pada hari ketiga setelah operasi caesar, responden kembali diperiksa untuk mengetahui kadar rasa nyeri yang mereka rasakan atau numeric pain rating scale (NRS). Perkembangan ini juga terus dipantau pada pekan ke-2, ke-4, dan ke-6 pascamelahirkan.

    Hasilnya, 76 ibu yang baru melahirkan caesar ini merasakan rasa nyeri di area luka mereka menurun drastis. Tak hanya itu, manfaat ikan gabus juga menyamarkan penampakan luka sehingga para responden merasa sangat puas.

    Memudarnya luka bekas operasi ini diduga kuat ada hubungannya dengan kandungan asam amino seperti glisin dan asam lemak seperti arakhidonat yang mampu membentuk kolagen baru sehingga luka bisa pulih lebih cepat.

    Zat-zat asam di atas merupakan komponen penting dalam membentuk kolagen kulit. Ketika zat-zat asam tersebut bertemu dengan asam amino penting seperti proline, alanine, arginine, phenylalanine, dan serine, maka jaringan kulit dalam tubuh lebih cepat membaik.

    Tak hanya membantu proses pemulihan luka bagi ibu hamil pascamelahirkan dengan metode caesar,  ikan gabus juga bermanfaat untuk penyembuhan pasien pascaoperasi.

    Selain itu, manfaat ikan gabus juga baik untuk mereka yang mengalami stroke  dan luka bakar. Lagi-lagi, semua manfaat ikan gabus ini didapat berkat kandungan asam lemak esensial, mineral, dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh.

    Pada banyak penelitian, manfaat ikan gabus telah diuji pada pasien dengan memberikan ekstrak ikan gabus dalam bentuk suplemen. Intervensi konsentrat protein ikan gabus membantu mempercepat pemulihan luka pascaoperasi dan luka bakar.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.