Mau Menghapus Noda Pakaian? Hindari Pakai Pemutih dan 5 Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.grinclothing.com

    www.grinclothing.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakaian putih sangat mudah terkena noda, entah itu makanan, kosmetik, atau benda lain yang ada di sekitar Anda. Celakanya, noda pakaian ini sangat terlihat sehingga akan merusak penampilan. 

    Kebanyakan dari kita langsung menghapus noda tersebut secara darurat, misalnya menggosokkan tisu pada noda tersebut. Ternyata itu justru harus dihindari.  Sebab tindakan tersebut justru memperluas area yang terkena noda.

    Menurut Tom Harari, CEO dan salah satu pendiri Cleanly, layanan binatu dan dry cleaning berdasarkan permintaan di New York, Amerika Serikat, ada sejumlah langkah yang harus diperhatikan sebelum membawa pakaian bernoda ke binatu profesional.

    Berbagai jenis noda pakaian memerlukan perawatan yang unik, tergantung asal nodanya. Protein saja banyak jenisnya, dari susu hingga darah. Adapula noda jenis tannin yang berasal dari minuman anggur atau pewarna rumput.

    “Masing-masing noda protein punya reaksi yang berbeda dengan kain, sehingga membutuhkan pelarut pembersih yang berbeda pula,” kata Harari.

    Oleh karena itu, Harari mengingatkan sejumlah hal yang harus diperhatikan saat pakaian terkena noda. "Itu adalah pekerjaan para ahli yang tahu bagaimana mengidentifikasi dan memberikan penanganan yang tepat.”

    Ternyata selama ini sebagian besar orang melakukan kesalahan untuk menghapus noda di pakaian putih. Selain menghapus dengan tisu, kesalahan lainnya adalah menggunakan pemutih.

    Berikut ini kesalahan yang kerap dilakukan orang untuk membersihkan noda pakaian, berdasarkan pengamatan Harari yang dikutip dari laman The Kitchn.

    1. Membiarkan pakaian bernoda terlalu lama

    “Kesalahan terbesar yang sering dilakukan seseorang ketika ada noda pakaian adalah membiarkan selama beberapa hari setelah kejadian. Jika noda tidak ditangani dengan cepat, itu akan sulit saat menghapus noda pakaian, bahkan mungkin bisa permanen menempelnya,” ucap Harari.

    Itu sebabnya ia mengingatkan untuk segera membawa pakaian bernoda ke binatu profesional. “Di sana, kami memiliki semua keahlian dan pembersih bahan kimia yang sesuai dengan jenis pakaian serta nodanya.”

    2. Menggosok noda pakaian

    "Kamu seharusnya tidak pernah menggosok noda. Saat menggosok noda pakaian akan membuat noda lebih menempel pada kain,” tutur Harari.

    3. Membersihkan noda pakaian dari bagian tengah

    "Jika Anda mencoba untuk menghapus noda dari kain, bekerja dari luar ke dalam, bukan dari bagian tengah. Ketika Anda mencoba untuk menghilangkan noda dari bagian tengah memicu area lebih besar dari seharusnya," pungkas Harari.

    4. Menggunakan air panas.

    “Jangan pernah menggunakan air panas pada noda karena dapat mengikat noda pada pakaian. Alih-alih, jika Anda ingin mencoba melakukan sesuatu sebelum pergi ke binatu, gunakan air hangat," kata Harari.

    5. Memakai pemutih pakaian

    “Ketika kain halus seperti sutra yang terkena noda, hindari memakai pemutih noda. Sebab pemutih noda itu adalah bahan kimia keras yang bisa merusak bahan pakaian," Harari menjelaskan.

    6. Menghapus noda dengan DIY produk

    "Beberapa orang mempercayai menghapus noda pakaian dengan semprotan rambut, penghapus cat kuku hingga jus lemon. Kembali lagi, setiap jenis bahan pakaian punya treatment tertentu, penanganan yang salah bisa memperburuk noda dan ketahanan serat pakaian," tukas Harari.

    SILVY RIANA PUTRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.