Mattel Rilis Barbie Netral Gender dengan Rambut Cepak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barbie dengan gender netral (Mattel)

    Barbie dengan gender netral (Mattel)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak dulu Barbie seolah menjadi standar kecantikan wanita pada umumnya. Kini, boneka standar itu sudah ketinggalan zaman. Mattel, produsen yang memperkenalkan Barbie sejak 1959, mulai memperkenalkan boneka dengan netralgender. Lini Barbie yang dinamai Mattel's Creatable World ini diklaim membuat anak-anak berkreasi tanpa batasan gender.

    "Di dunia kita, boneka tidak terbatas seperti anak-anak yang bermain dengan mereka. Memperkenalkan #CreatableWorld, lini boneka yang dirancang untuk menjaga label dan mengundang semua orang masuk," tulis Mattel di Twitter.

    Satu set boneka Barbie netral gender ini terdiri sebuah boneka dengan potongan rambut cepak mengenakan tank top dan celana pendek. Setiap kotak dilengkapi dengan enam potong pakaian yang berbeda, seperti hoodies, rok, celana olahraga, dan kemeja berkancing, juga wig berambut panjang. Model rambutnya pun bervariasi, dari gaya kepang panjang hingga keriting pirang tebal. Variasi ini membuat anak punya pilihan selain rambut lurus panjang yang selama ini ditawarkan Barbie atau boneka-boneka lain.

    Wakil presiden senior Mattel Fashion Doll Design Kim Culmone mengatakan dalam sebuah pernyataan, mainan merupakan cerminan budaya. “Ketika dunia terus merayakan dampak positif dari inklusivitas, kami merasa sudah waktunya untuk membuat lini boneka bebas," kata dia.

    Dia juga mengatakan bahwa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak tidak ingin mainan mereka ditentukan oleh norma gender.

    Sebelumnya, Mattel meluncurkan boneka Barbie disabilitas, termasuk boneka yang duduk di kursi roda dan satu dengan kaki palsu yang bisa dilepas.

    COSMOPOLITAN | ELLE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.