Mina Twice Mengalami Gangguan Kecemasan, Kenali Gejalanya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mina TWICE. Instagram/@jypetwice_japan

    Mina TWICE. Instagram/@jypetwice_japan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mina TWICE tidak akan berpartisipasi dalam kegiatan promosi album 'Feel Special'. Album baru grup perempuan K-Pop TWICE tersebut diluncurkan pada Senin, 23 September 2019 dalam showcase di Yes24 Live Hall Seoul, Korea Selatan.

    Melansir laman Allkpop, sebelum showcase dimulai, seorang perwakilan untuk JYP Entertainment naik ke atas panggung untuk mengumumkan bahwa Mina TWICE tidak akan dapat menghadiri acara tersebut atau berpartisipasi dalam kegiatan promosi album apa pun terlepas dari penampilannya di album dan dalam video musik. Mina juga absen dari tur dunia TWICE baru-baru ini setelah didiagnosis dengan gangguan kecemasan.

    Girl band Korea Twice saat konfrensi pers untuk konser mereka bertajuk 'TWICE 2nd Tour Twiceland Zone 2: Fantasy Park in Jakarta' di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Sabtu, 24 Agustus 2018. TEMPO | Yatti Febri Ningsih

    Pihak JYP Entertainment sebelumnya memberikan pernyataan terkait kondisi Mina TWICE setelah melakukan pemeriksaan dengan lembaga medis khusus. Bahwa dipastikan Mina mengalami gangguan kecemasan. Karakteristik utama dari gejala untuk ini adalah kecemasan terus menerus atau kecemasan intermiten yang terjadi secara tak terduga dan juga perubahan mendadak dalam tingkat kecemasan.

    “Berdasarkan situasi variabel ini, partisipasi Mina dalam kegiatan yang dijadwalkan sedang diputuskan melalui diskusi dengan Mina sendiri dan anggota. Selain itu, partisipasi Mina dalam kegiatan harus diputuskan sepenuhnya berdasarkan pada kondisi objektif kesehatan Mina, jadi kami meminta pengertian penggemar tentang keputusan yang tak dapat dielakkan,” bunyi pernyataan resmi agensi seperti dilansir dari laman Metro UK.

    Gangguan kecemasan merupakan istilah yang umum digunakan untuk beberapa penyebab rasa gugup, ketakutan, dan kekhawatiran. Gangguan ini tentunya memengaruhi perasaan dan perilaku, sehingga dapat menimbulkan gejala fisik. Saat mengalami kecemasan yang ringan, mungkin Anda hanya merasa sedikit terganggu. Namun ketika Anda merasakan kecemasan yang parah, hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Seperti dilansir dari laman Sehatq, setidaknya ada enam jenis gangguan kecemasan yang dapat Anda ketahui, dan semuanya memiliki penyebab dan gejalanya sendiri.

    1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)
    GAD merupakan gangguan yang kronis dengan melibatkan rasa cemas berlarut dan berkepanjangan atas peristiwa, benda, bahkan kondisi yang tidak spesifik. Gejala gangguan kecemasan ini paling umum terjadi dan biasanya pengidap tidak dapat mengetahui penyebab gangguan kecemasan yang mereka alami. 

    2. Gangguan Panik/Panic Disorder
    Serangan singkat atau teror yang berkelanjutan merupakan salah satu ciri dari panic disorder. Pengidapnya akan mengalami rasa gemetar, kebingungan, pusing, mual, bahkan kesulitan bernapas. Panic disorder ini dapat dengan cepat meningkat setelah 10 menit terjadi, bahkan dapat berlangsung selama berjam-jam. 

    3. Fobia
    Fobia adalah salah satu gangguan kecemasan yang umum kita dengar. Ini merupakan rasa ketakutan yang tidak rasional dan respons untuk menghindari suatu objek atau keadaan. Fobia tentunya berbeda dari bentuk gangguan lainnya, karena berhubungan dengan penyebab yang lebih spesifik. Ketakutan pengidap fobia biasanya dianggap tidak penting bagi orang lain. Misalnya, ketakutan pada seekor kucing atau sebuah balon.

    4. Gangguan Kecemasan Sosial
    Ini merupakan salah satu gangguan pada seseorang yang merasa takut dianggap negatif oleh lingkungan sekitarnya. Gejala gangguan kecemasan ini bisa berupa demam panggung, ketakutan akan keakraban dengan orang lain, atau takut mendapatkan hinaan.

    5. Obsesive Compulsive Disorder (OCD)
    OCD merupakan gangguan yang terjadi saat Anda memiliki pikiran atau tindakan yang berulang-ulang. Pengidap OCD mungkin akan sangat tergila-gila akan kebersihan barang pribadi dan tangan, atau selalu memeriksa kompor, kunci, stop kontak, dan semacamnya.

    6. Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)
    Gangguan kecemasan disebabkan oleh trauma, seperti kekerasan seksual, kecelakaan, atau pengalaman yang tidak menyenangkan lainnya. PTSD akan menyebabkan Anda terus-menerus mengingat kejadian lampau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.