Saran Dokter agar Kulit Wajah Bersinar, Tak Cukup Krim Perawatan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi facial. tehranskin.com

    Ilustrasi facial. tehranskin.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perawatan kulit wajah tidak cukup hanya menggunakan pembersih, toner, serum, hingga krim pelembap. Meskipun harganya mahal, produk perawatan tersebut belum cukup membuat kulit sehat dan bersinar atau glowing.

    Menurut dr Merylla Jane yang berpraktik di klinik Skin+, semua rangkaian produk untuk wajah itu perlu didukung dengan tindakan perawatan lanjutan (treatment) untuk mengatasi beragam masalah kulit seperti pori-pori tersumbat, keriput, komedo, kulit kering, jerawat, dan lingkar hitam di bawah mata.

    "Skincare itu perlu bantuan dari treatment. Skincare hanya menembus lapisan luar dari kulit sehingga perlu treatment yang akan membuka pori-pori, menghilangkan sel kulit mati sehingga skincare bisa meresap lebih dalam," katanya, di Jakarta, Jumat, 20 September 2019.

    Perawatan lanjutan yang dimaksud, kata dr Jane, bisa meliputi tindakan menghilangkan komedo dengan menggunakan alat dan teknik yang aman, mikrodermabrasi guna mengangkat sel-sel kulit mati, dan laser atau terapi sinar untuk mendorong peremajaan kulit.

    Meski saat ini sudah banyak produk facial seperti scrub wajah yang dijual bebas di toko-toko, ia mengatakan itu saja tidak cukup karena hanya mampu menghilangkan sel kulit mati pada lapisan paling luar saja.

    "Regenerasi kulit terjadi setiap 28 hari. Dalam waktu 28 hari, ketika sel kulit mati naik ke atas saat itu kita perlu lakukan treatment," ujarnya.

    Perawatan yang dilakukan rutin setidaknya tiga minggu atau satu bulan sekali, akan membantu menghilangkan masalah pada kulit. Ketika kulit sehat, ujarnya, krim-krim akan terserap dengan baik dan hasilnya bakal terlihat nyata, wajah bersih, bersinar, merona, lembap, dan kenyal.

    Lalu sejak usia berapa seseorang sebaiknya mendapat tindakan perawatan?

    "Sejak usia remaja, SMA, sudah bisa melakukan treatment, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Setidaknya untuk membersihkan wajah, tidak perlu yang invasif," ujarnya.

    Selain menggunakan rangkaian produk kecantikan dan perawatan lanjutan, dr Jane juga menekankan pentingnya menjaga gaya hidup. Karena gaya hidup yang tidak sehat seperti stres berlebihan, merokok, kurang tidur, tidak menjaga asupan nutrisi, akan menyebabkan degenerasi kulit.

    Terakhir, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk cermat memilih tempat perawatan kecantikan dan produk yang digunakan. "Pastikan ditangani oleh benar-benar dokter, dan produk skincare-nya lolos BPOM," demikian dr Jane.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.