Tips Pakar Gizi agar Makanan Berlemak Aman Dikonsumsi

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi rendang. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang menghindari makanan berlemak karena dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Sayangnya, makanan ini selalu menggoda karena kelezatannya. Adakah cara aman mengonsumsi makanan ini tanpa membahayakan kesehatan?

Pakar gizi pangan Ali Khomsan mengatakan, makanan berlemak dan berkolesterol bisa aman asalkan disandingkan dengan makanan berserat tinggi seperti buah-buahan dan sayuran. “Intinya semua makanan berlemak dan berkolesterol bisa diantisipasi dengan makan sayur dan buah karena makanan tersebut mengandung antioksidan tinggi,” kata dia saat berbicara di Health and Nutrition Journalist Academy di Jakarta, Kamis, 19 September 2019.

Menurut profesor dari Institut Pertanian Bogor itu, kolesterol akan sangat berbahaya ketika teroksidasi dan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Kondisi ini bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung karena terhentinya aliran darah ke otak dan jantung. Namun, ketika mengonsumsi antioksidan dalam jumlah cukup, akan terjadi pengurangan oksidasi sehingga bisa mencegah penyumbatan.

Ia mencontohkan, masakan Padang yang selama ini identik dengan lemak dan kolesetrol, bisa disantap dengan sayur dan buah. Biasanya seporsi nasi Padang sudah termasuk sayur daun singkong dan mentimun.  

“Daun singkongnya jangan lupa dimakan karena bisa menetralisasi lemak di dalam tubuh,” kata dia.

Selain itu, makanan Padang seperti rendang biasanya dicampurkan dengan beragam rempah yang tanpa disadari berfungsi mengalahkan lemaknya. “Misalnya cabai yang mengandung tinggi antioksidan,” kata dia.

Itu sebabnya, Ali Khomsan menyarankan, jika ingin mengonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol, sebaiknya terlebih dahulu makan buah dan sayur. Selain mencegah proses oksidasi, sayur dan buah juga bisa mengurangi keinginan orang mengonsumsi lemak dalam jumlah berlebihan.

Sayangnya, konsumsi serat orang Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, 95 persen penduduk kurang makan buah dan sayur. “WHO menganjurkan konsumsi serat sebanyak 400 gram per hari, sedangkan orang Indonesia rata-rata hanya mengonsumsi sekitar 100 gram. Kalau bisa dikasih intervensi sehingga konsumsinya meningkat, itu bisa menekan merebaknya penyakit degeneratif,” kata Ali.

Selain mencukupi serat, Ali juga menyarankan berolahraga setelah mengonsumsi makanan berlemak atau berkolesterol. “Olahraga bisa meningkatkan kolesterol baik atau HDL. Kolesterol baik ini akan ‘menyapu’ kolesterol jahat,” ujar dia.






Selain Diet, Inilah 4 Cara yang Bisa Menurunkan Berat Badan

3 jam lalu

Selain Diet, Inilah 4 Cara yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan bisa dilakukan tanpa diet. Bagaimana caranya?


Mengenal Ileus Paralitik, Gangguan Kontraksi Otot Usus yang Dapat Sebabkan Penumpukan Makanan

1 hari lalu

Mengenal Ileus Paralitik, Gangguan Kontraksi Otot Usus yang Dapat Sebabkan Penumpukan Makanan

Penyumbatan atau obstruksi usus akibat ileus paralitik sering disebut dengan pseudo-obstruction.


Apa itu Alergi Sulfit dan Penyebabnya?

1 hari lalu

Apa itu Alergi Sulfit dan Penyebabnya?

Zat kimia tertentu seperti sulfit rentan menyebabkan alergi


5 Kiat Mengonsumsi Makanan Saat Kondisi Lidah Mati Rasa atau Ageusia

1 hari lalu

5 Kiat Mengonsumsi Makanan Saat Kondisi Lidah Mati Rasa atau Ageusia

Saat makan atau minum lidah tak merasakan apa-apa menandakan kondisi ageusia


Cara Cegah Obesitas: Banyak Konsumsi Buah, Sayur, dan Makanan Bebas Lemak

2 hari lalu

Cara Cegah Obesitas: Banyak Konsumsi Buah, Sayur, dan Makanan Bebas Lemak

Penyakit obesitas bisa dihindari dengan melakukan pola hidup sehat mulai dari menjaga pola makan, aktivitas, hingga tidur yang cukup.


Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

2 hari lalu

Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

Kuba telah memulihkan listrik di sebagian besar wilayah Havana setelah dikacau oleh badai Ian.


Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

2 hari lalu

Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

Hal yang perlu dilakukan setelah makan adalah tetap bergerak, tetapi tidak melakukan gerakan intens atau berlebihan.


Makanan Sehat Ini Dianggap Buruk jika Dikonsumsi Setelah Berolahraga

2 hari lalu

Makanan Sehat Ini Dianggap Buruk jika Dikonsumsi Setelah Berolahraga

Karbohidrat dan protein adalah nutrisi yang diperlukan untuk pemulihan pasca-olahraga.


Mengapa Makanan di Restoran Terasa Lebih Enak?

2 hari lalu

Mengapa Makanan di Restoran Terasa Lebih Enak?

Dari pengalaman hingga peralatan, ada beberapa alasan yang membuat makanan restoran terasa lebih lezat daripada di rumah.


Ketahui Sindrom Frey, Sebab Berkeringat Ketika Makan

2 hari lalu

Ketahui Sindrom Frey, Sebab Berkeringat Ketika Makan

Kondisi ini pertama kali dilaporkan dalam literatur medis yang ditulis Baillarger pada 1853. Inilah sindrom frey, berkeringat ketika makan.