Victoria Beckham Rilis Lini Kosmetik, Diklaim Aman bagi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Victoria Beckham. Instagram/@victoriabeckham

    Victoria Beckham. Instagram/@victoriabeckham

    TEMPO.CO, Jakarta - Sukses dengan lini busana, Victoria Beckham melebarkan sayap ke dunia kecantikan. Victoria meluncurkan lini kosmetik Victoria Beckham Beauty di London Fashion Week, Sabtu, 14 September 2019. 

    Menyasar konsumen yang mengutamakan kesehatan, Victoria mengklaim tidak akan menggunakan paraben atau sulfat pada produknya. Ia juga mengatakan kemasan sekundernya terbuat dari 100 persen bahan daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan. 

    Victoria Beckham meluncurkan lini kosmetiknya, Victoria Beckham Beauty (Instagram @victoriabeckham)

    Istri pesepak bola David Beckham itu mengatakan merek makeup miliknya menitikberatkan pada gaya hidup sehat. "Saya suka bersenang-senang, saya suka segelas anggur dan segelas tequila, tapi saya juga menjaga kesehatan. Saya banyak cerita tentang vitamin, olahraga, tentang gaya hidup saya," kata Victoria

    "Jadi itulah yang selanjutnya, kesehatan. Bukan produk kecantikan yang membuatmu terlihat muda, tapi bagaimana jadi versi terbaik dari dirimu," ujarnya seperti dikutip dari Guardian

    Ibu empat anak itu juga memamerkan koleksi busana musim semi bersiluet ringan dan melayang untuk "women in motion" di peragaan busana London Fashion Week pada Ahad.

    Dilansir Reuters, peragaan busana itu ditonton langsung oleh keluarga Victoria, termasuk suaminya David dan anak-anak mereka yang duduk di bangku terdepan.

    Victoria Beckham mengatakan koleksi spring/summer 2020 dari lini busananya menggarisbawahi rasa cintanya terhadap sesuatu yang kontras, memadukan jas dengan gaun ringan dengan bahan melayang dan warna netral pucat dengan warna mencolok.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.