Bosan Menu MPASI Ayam atau Ikan, Ganti Belut yang Kaya Gizi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi belut. Pixabay.com/Mamoru Masumoto

    ilustrasi belut. Pixabay.com/Mamoru Masumoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika bosan dengan menu MPASI seperti ayam, daging atau ikan, Anda dapat mengganti dengan belut. Dalam setiap 100 gram belut, terdapat banyak sekali kandungan gizinya. Mulai dari kalori senilai 303 kkal, protein 18,4 gram, lemak 27 gram, kalsium 20 miligram, fosfor 200 miligram, zat besi 20 miligram, dan masih banyak lagi.

    Tak hanya nutrisi yang melimpah membuat manfaat belut sayang dilewatkan, belut juga mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Anda bisa mengolahnya dengan mencampurkan pada bubur, dibuat menjadi sup, atau sebagai campuran protein hewani pada MPASI. 

    Namun, tetap pastikan bayi Anda tidak memiliki reaksi alergi terhadap belut. Cara mengujinya adalah dengan memberikan olahan MPASI belut dalam jumlah sedikit dan lihat reaksinya pada anak. Jika muncul gatal, bengkak, hingga sesak napas, artinya bayi Anda memiliki alergi terhadap belut. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter spesialis anak alternatif atau bagaimana cara beradaptasi dengan kondisi ini.

    Berikut ini beberapa manfaat belut untuk bayi

    1. Meningkatkan berat badan
    Bagi orangtua yang ingin meningkatkan berat badan anak, coba buat menu MPASI belut. Rasanya yang gurih membuat nafsu makan bayi meningkat. Belum lagi kandungannya yang kaya protein dan lemak juga membuat MPASI belut menjadi salah satu yang kerap direkomendasikan oleh dokter anak.

    2. Sumber energi
    Dengan sumber energi yang tepat, bayi akan lebih aktif setiap harinya. Nah, kandungan kalori yang cukup tinggi sekitar 300 kkal dalam 100 gram belut bisa menjadi sumber energi yang optimal.

    3. Meningkatkan fungsi mata
    Bayi berada dalam fase adaptasi untuk melihat segala sesuatu di sekitar mereka. Kabar baiknya, kandungan vitamin A dalam belut dapat mencegah kerusakan mata. Tak hanya itu, MPASI belut juga bisa membuat lapisan macula pada lensa mata bayi bisa berkembang dengan sempurna.

    4. Pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh
    Manfaat belut untuk bayi berikutnya adalah pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Kandungan kalsium dan fosfor bisa memaksimalkan perkembangan tulang bayi dan memastikan mereka tidak kekurangan kalsium.

    5. Meningkatkan kecerdasan bayi
    Kandungan asam lemak omega 3 dan omega-6 dalam daging belut juga bisa meningkatkan kecerdasan otak bayi. Kedua asam lemak baik dalam belut ini menjadi stimulus kinerja otak bayi. Dengan demikian, fungsi saraf otak bisa bekerja dengan baik.

    6. Kekebalan tubuh
    Salah satu hal yang kerap membuat bingung orangtua adalah saat anak mereka sakit. Padahal, virus dan bakteri ada di mana-mana. Tenang, karena manfaat belut untuk bayi berikutnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Daging belut bisa membuat anak tidak mudah sakit dan memastikan bayi tidak kekurangan gizi. Tak hanya itu, dengan sistem kekebalan tubuh yang baik maka infeksi dan penyakit lain juga tidak mudah menyerang.

    7. Mengendalikan emosi
    Siapa sangka manfaat belut untuk bayi juga berpengaruh pada pengendalian emosi mereka. Kandungan omega 3 pada belut membuat fungsi sensitivitas bayi lebih terjaga. Meski demikian, tetap ingat bahwa bayi perlu mengenali emosi yang bisa mereka rasakan, ya!

    Tertarik mencoba menu MPAS dengan belut, berikut ini cara mengolahnya.

    • Rendam belut dalam air garam sehingga kulitnya tidak lagi licin
    • Cuci dan bilas belut hingga bersih
    • Untuk mengeluarkan daging belut, sayat panjang perut belut
    • Cuci bersih daging belut
    • Buang duri yang biasanya terletak di bagian tengah belut
    • Masak daging belut hingga benar-benar matang
    • Jika ada kulit belut dalam MPASI anak, sebaiknya potong dalam ukuran kecil untuk mengurangi risiko tersedak

    Memilih belut dengan ukuran besar bisa membantu Anda dalam mengolah MPASI belut. Atau bisa juga dengan membeli belut di supermarket dan meminta petugas untuk memotongnya dalam bentuk fillet.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.