Minggu, 22 September 2019

Kopi dan Teh Baik untuk Kesehatan, Mana yang Lebih Baik?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum teh. Shutterstock.com

    Ilustrasi minum teh. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal kopi dan teh? Dua minuman paling populer ini ternyata dapat memberikan manfaat kesehatan yang sama walaupun berbeda dalam beberapa aspek. Baik kopi maupun teh mengandung kafein, senyawa yang terkenal karena efek stimulasinya terhadap sistem saraf pusat.

    Zat itu juga dapat membantu meningkatkan kinerja fisik, mengurangi risiko penyakit kronis tertentu, meningkatkan suasana hati.

    Seperti dilansir Medical Daily, Senin, 9 September 2019, salah satu dari 40 studi, menyebutkan asupan kafein terbukti meningkatkan daya tahan fisik pada orang sebesar 12 persen dibandingkan dengan plasebo.

    Dalam sembilan studi, yang melibatkan 193.473 individu, minum kopi secara teratur secara signifikan mengurangi risiko diabetes tipe 2 karena meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

    Juga, kafein dalam konsumsi sedang diakui melindungi tubuh dari penyakit seperti alzheimer, demensia, lemak hati dan sindrom metabolik.

    Asupan aman kafein sekitar 400 miligram per hari dan kopi memiliki kandungan kafein dua kali lipat ketimbang teh hitam.

    ilustrasi kopi (pixabay.com)

    Antioksidan

    Kopi dan teh hitam masing-masing memiliki jenis polifenol berbeda, yang membuat keduanya memiliki karakteristik, rasa dan sifat yang meningkatkan kesehatan.

    Meskipun demikian, kedua minuman itu tampaknya sama-sama melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dengan sifat antioksidannya.

    Teh hitam mengandung katekin, theaflavin, dan thearubigin, yang membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker paru-paru dan usus besar. Manfaat yang sama ditemukan pada kasus leukemia.

    Kopi, di sisi lain, memiliki flavonoid dan asam klorogenat (CGA) yang melindungi tubuh terhadap kanker saluran cerna dan hati.

    Kedua minuman ini ditemukan melindungi dari kanker payudara, usus besar, kandung kemih dan anus.

    Minum lima cangkir atau lebih kopi per hari menurunkan risiko stroke hingga 23 persen.

    Turunkan berat badan

    Kafein dalam kopi merangsang pelepasan dopamin dan menghambat adenosin, sehingga tingkat energi meningkat ketika dopamin menumpuk dan mengurangi kelelahan ketika adenosin dihalangi.

    Kopi meningkatkan energi dengan segera setelah dikonsumsi dan tubuh menyerap 99 persen kandungan kafeinnya dalam 45 menit.

    Teh mungkin lebih rendah kafein tetapi kaya akan L-theanine, yang merupakan antioksidan efektif guna meningkatkan gelombang alfa di otak, membantu menjaga kewaspadaan sambil tetap tenang dan santai pada saat yang sama.

    Kafein efektif dalam menurunkan berat badan, karena meningkatkan jumlah kalori yang terbakar 3-13 persen dan menjaga efek ini selama tiga jam setelah minum.

    Teh juga menginduksi penurunan berat badan karena polifenolnya, khususnya theaflavin.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.