Minggu, 22 September 2019

4 Alasan Sakit Perut Usai Berolahraga, Salah Satunya Dehidrasi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi berolahraga. Shutterstock

    ilustrasi berolahraga. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga secara teratur menjadi salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan Anda. Selain menurunkan berat badan, olahraga juga dapat mencegah berbagai jenis penyakit dan cukup efektif dalam meningkatkan kesehatan mental Anda.

    Namun, banyak orang yang merasakan hal aneh setelah olahraga, misalnya sakit perut. Ini sebenarnya hal yang wajar, tapi banyak orang yang merasa khawatir, apalagi jika dia baru memulai rutinitas tersebut.

    Berikut empat penyebab gangguan perut yang biasa Anda rasakan setelah berolahraga.

    1. Mulas dan refluks

    Orang yang menderita penyakit gastroesophageal reflux  atau GERD, selalu mengeluh mulas atau sakit perut. Ini terjadi karena aliran asam lambung ke kerongkongan. Beberapa jenis olahraga dapat memperburuk gejala GERD dan memicu mulas. Kadang-kadang bahkan orang yang tidak menderita GERD dapat mengalami sakit maag setelah latihan karena aliran konten asam.

    Latihan seperti jogging atau aerobik membuat cairan perut terguncang cairan sehingga menimbulkan mulas atau refluks.

    2. Dehidrasi

    Setelah sesi olahraga yang berat, tubuh Anda mengalami dehidrasi karena aktivitas ini mengeluarkan cairan tubuh melalui keringat. Ini memperlambat laju makanan melewati tubuh Anda. Jika Anda sangat dehidrasi, ada kemungkinan Anda mengalami gangguan pencernaan.

    3. Berolahraga segera setelah makan

    Berolahraga saat perut penuh dengan makanan atau minuman juga dapat menyebabkan masalah terkait perut. Jika Anda berolahraga segera setelah makan, maka tubuh Anda menjadi bingung, mau berfokus pada otot-otot daripada sistem pencernaan Anda. Kondisi ini membuat perut Anda terasa berat dan kembung.

    Jadi, jangan pernah berolahraga segera setelah makan atau langsung makan setelahnya. Jika Anda memiliki masalah pencernaan, luangkan waktu dua jam antara waktu makan dan olahraga.

    4. Obat-obatan

    Banyak orang dewasa yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) - seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen untuk meredakan sakit dan nyeri yang berhubungan dengan olahraga ringan. Tetapi penggunaan NSAID dapat menyebabkan nyeri perut selama atau setelah latihan.

    Melalui mekanisme yang kompleks, obat-obatan ini dapat memperparah berkurangnya aliran darah sistem pencernaan selama latihan, yang berpotensi menyebabkan sakit perut dan gejala lainnya. Selain itu, obat-obatan ini dapat secara langsung atau tidak langsung merusak lapisan perut dan bagian usus kecil, yang menyebabkan peradangan atau pembentukan ulkus.

    Sakit perut setelah berolahraga biasanya jarang terjadi, tapi bisa hilang dengan cepat sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas Anda. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menyesuaikan latihan, memastikan Anda terhidrasi dengan cukup, dan menghindari makan dalam waktu yang berdekatan dengan olahraga.

    Namun, jika Anda mengalami nyeri yang sering, persisten, atau memburuk setelah olahraga, kunjungi dokter Anda sesegera mungkin. Cari perawatan medis segera jika sakit perut Anda disertai dengan tanda dan gejala peringatan, termasuk kebingungan, pusing, sakit kepala ringan atau pingsan, mual, muntah atau feses berdarah atau hitam. Anda juga perlu ke dokter jika sakit perut disertai demam, menggigil, pucat atau kulit lembap, juga detak jantung atau pernapasan yang cepat yang berlanjut setelah istirahat.

    TIMES OF INDIA | LIVESTRONG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.